Minggu, 01 Januari 2012

TRIO IDRO-KRISHNO-KASINO KINI PIMPIN PKS MERGANGSAN

 Dilaporkan Oleh: M. I. Sunnah
Suasana Sidang Musykercab serius (karena mau difoto.....he he he)
  Sabtu, 31 Desember 2011, DPC PKS Mergangsan menggelar Musykercab di Ruang Kajian The Cholid Mahmud  Center, Warungboto,  Yogyakarta. Sebagaimana DPC PKS di Kecamatan lainnya, Musykercab DPC PKS di Kecamatan “jantung Kota” Yogyakarta ini digelar dengan agenda standar sesuai panduan DPD PKS Kota Yogyakarta. Setelah dibuka dengan membaca Basmallah bersama, dilakukan Tilawah Al-Qur`an oleh Mas Syaeful dan dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PKS dipimpin langsung oleh Ketua DPC PKS MG dengan panduan musik dari lap top-nya. Sesuai panduan, setelah sambutan Ketua DPC dan Ketua DPD PKS Kota, acara diisi Penyampaian Progres Report (Laporan Satu Tahun Perjalanan Kepengurusan) dan Evaluasi, serta Pembahasan Rencana Program Kerja 1433/2012, dan Penyegaran Pengurus DPC PKS MG, mengingat beberapa personal pengurusnya telah berpindah tempat tinggal.

Alhamdulillah, semua agenda dapat dijalankan cukup lancar dan efektif. Rencana Program Kerja yang berprinsip “sithik ning mentes” setelah mendapat tanggapan komprehensif dari peserta disepakati menjadi Keputusan Musykercab PKS MG 2011. Agenda yang mula-mula agak jlimet dan agak berthele-thele yakni penyegaran Pengurus akhirnya dapat disesaikan dengan baik.
Mas Herry Krishna-Indra Suryanto
Mengingat sekretaris DPC PKS MG, Mas Joko Wasito hijrah dan pindah rumah ke Pajangan Bantul, akhirnya sidang memilih Mas Herry Krishna Murti menjadi sekretaris DPC PKS MG. Proses mencari pengganti Mbak Dewayani yang telah mengundurkan diri dari Bendahara DPC karena mendapat amanah baru menjadi Direktur Rumah Jajan “Dija” cukup menarik. Beberapa nama dicoba diusulkan oleh peserta, tapi terjadi tarik ulur tidak ada yang disepakati oleh sidang Musykercab. Akhirnya, seorang peserta mengusulkan, “Karena Ketuanya DPC-nya: Indro, sekretarisnya: Krishna, gimana kalau bendaharanya: Mas Kasino?  Jadi kini, saatnya DPC PKS MG dipimpin oleh trio: Indro-Krisno-Kasino! Setuju???” Tepuk tangan membahana, akhirnya semua peserta sidang setuju. Bukan sekedar karena ada kemiripan namanya dengan group pelawah Warkop (Indro-Dono-Kasino), tapi memang DPC PKS MG membutuhkan bendahara yang berpengalaman dan kader laki-laki, mengingat sering harus rapat malam-malam. Sementara Mas Kasino merupakan kader yang berpengalaman dan pernah aktif jadi Pengurus DPD PKS Kota Yogyakarta.
Begitulah, akhirnya pimpinan sidang Muskercab mengetuk palu tiga kali. Musykercab DPC PKS MG pun berhasil ditutup sebelum terompet tahun baru 2012 berthowet-thowet.... Jadilah, kini DPC PKS MG dipimpin oleh trio: Indro-Krishno-Kasino. Selamat berkerja untuk  Mergangsan sejahtera, dan semoga masyarakat bantaran Kali Code tambah bahagia dan bertaqwa. Amiin. (MIS)
 
PKS MG SEDIKIT BICARA BANYAK BEKERJA

Persis di penghujung tahun 2011, DPC PKS Mergangan (PKS MG) menggelar Muskercab di Ruang Kajian The Cholid Mahmud Center, Warungboto Yogyakarta. Hadir dalam perhelatan tahunan ini segenap Pengurus DPC PKS MG (kecuali yang sudah pindah rumah ke Bantul), para kader penggerak, dan peninjau, yakni anggota legislatif dari Dapil I Kota sekaligus Ketua DPD PKS Kota, Bapak Ardianto.   
Tokoh Spiritual Sunan Kalicode
Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Kota Yogyakarta, Ardianto menyampaikan beberapa wacana di kalangan Pengurus Wilayah dan Daerah serta arahan besar PKS ke depan, yakni membangun basis massa yang kuat di tengah masyarakat dan ummat. “Saya yakin DPC PKS MG ini Insya Allah akan berhasil membangun basis massa di tengah masyarakatnya, karena PKS MG telah memiliki modal dasar yang kuat. Modal dasar itu diantaranya; pertama, hanya DPC PKS MG yang memiliki tokoh spiritual seorang Sunan, yakni Sunan Kalicode....,” ujarnya disambut tepuh tangan dan gelak tertawa para peserta musykercab. “Kedua, PKS MG memiliki kader-kader lokal yang sudah memasyarakat seperti Pak Ali Sumono dan Mas Herry Krishna Murti.  Dan ketiga, kinerja kadernya sangat luar biasa, karena senantiasa memiliki prinsip ‘sedikit bicara banyak bekerja’. Ini.... itu buktinya....”, tambahnya sambil menunjuk piring-piring snack kacang dan rambutan yang sudah langsung kosong di hadapan para peserta. Semua peserta jadi “geeerrrr.....” seakan menyadari kinerjanya memang luar biasa.
Amin Hidayat, kader senior yang tahu merah-hijaunya kader PKS Mergangsan langsung berkomentar, “Memang selain berprinsip “sedikit bicara banyak bekerja (nek  ono snack)”, sejak dulu kader Mergangsan itu punya prinsip “kumpul ora kumpul, sing penting mangan....” Ha.... ha.... ha....  dasar mantan anak-anak  bantaran Kali Code. Begitulah kader PKS Mergangsan. Anehnya, mereka tidak merasa tersinggung sama sekali, tetapi justru seperti mendapat hiburan segar murah-meriah di penghujung masa liburan sekolah. (MIS).

KERETA ODONG-ODONG MUSYKERCAB

Mas Hadziq Asyiik Naik Odong-Odong di Arena Musykercab
Ada-ada saja kiat Pak Tenar kader Mergangsan yang juga  “penjaga gawang” Kantor The Cholid Mahmud Center Yogyakarta ini. Untuk mensukseskan Musykerkab DPC PKS MG di Ruang Kajian Kantornya, dipanggilah penjaja jasa kereta odong-odong. Jadilah, Mas Hadziq, anaknya asyiiik naik kereta odong-odong di halaman depan, sementara abi-umminya bisa mempersiapkan dan mengikuti Musykercab dengan serius di Ruang Kajian. Nah, Kreatif to?
Meski serius, sidang Musykercab yang dipimpin langsung oleh Ketua DPC PKS MG, Pak Indra Suryanto dan didampingi Mas Herry Krishna ini terasa tetap menyenangkan. Pasalnya, di sela-sela bahasan materi sidang selalu ada saja sisipan humor penyegar suasana. “Saya senang sekali, kebiasaan kita ini bisa membahas permasalahan dengan saksama meskipun diselingi  gelak tertawa. ...,” kata Abu Hanif mengapresiasi jalannya sidang Musykercab. “Yaah, kita selama ini memang selalu serius....termasuk serius dalam bercanda... maksudnya nek goyun yo guyon tenanan...,” kata Mas Herry Krishna disambut gelak tertawa peserta sidang seperti mengamininya. (MIS).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar