Selasa, 27 Desember 2011

PKS--MAKSUDNYA FAHRI HAMZAH-- UCAPKAN NATAL

Penulis: Achsin,
( http://www.itoday.co.id/politik/3854-pks-ucapkan-natal, Minggu, 25 Desember 2011 21:55)
itoday - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah melalui akun twitternya (@Fahrihamzah) menuliskan: Di sela gerimis dan senyum anak negeri. Aku mengucapkan Selamat Natal bagi saudaraku yg merayakan. Damai semoga Indonesia Raya.

Selain itu, mantan aktivis KAMMI ini juga meretweet, akun twitter Rois Rahma Fathoni (@kaisar_el_rema), seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan pasca sarjana di Al Azhar Mesir. Di twitter itu, Rois yang juga aktivis PKS di negeri Seribu Menara itu membahas persoalan mengucapkan natal.
Sebelumnya, pada 24 Desember 2011, Rois Rahma juga menanyakan kapan Fahri Hamzah mengucapkan Natal. bang @Fahrihamzah ditunggu ucapan Natalnya untuk saudara-saudara kita kristiani. Sebagaimana al-azhar mengucapkan serupa di tgl 7 Januari.

Berikut ini, bahasan Rois Rahma Fathoni:
begitu juga soal mengucapkan selamat natal. ulama saudi melarang sebab mereka berkecimpung dengan umat islam. #al-azhar @Fahrihamzah

berbeda dengan #al-azhar yang berada di mesir, hidup dalam lingkungan heterogen @Fahrihamzah

#al-azhar terbiasa btukar selamat hari besar dgn gereja koptik. kita jg mesti ingat, mesir bnama Egypt diambil dr Koptik. @Fahrihamzah

meskipun awal sejarahnya Koptik adalah semacam bangsa tapi kemudian bergeseran makna terjadi: Koptik = Kristen Ortodok @Fahrihamzah

Intinya adalah iqra. Semakin banyak kita paham, kita semakin mentolelir pendapat orang lain. #al-azhar @Fahrihamzah

Kajian lanjutnya baca juga
26 Desember 2011
(Sumber: http://alvinugraha.tumblr.com/post/14835196462/tulisan-natal-itu-masih-layak-dibaca)

            Hari Minggu, 2 hari sebelum saya membuat tulisan ini adalah tepat tanggal 25 Desember 2011. Hari yang ‘disucikan’ oleh teman-teman saya umat kristiani. Ya, sesuai kalender juga, tanggal 25 Desember selalu diperingati sebagai Hari Natal. Dan, sebagai seorang teman, sahabat, saudara, saya pun turut mengucapkan selamat kepada teman-teman yang merayakan Hari Natal tahun ini..
            Tapi seperti biasa, hari Natal selalu diikuti dengan pertanyaan oleh beberapa umat muslim. Pertanyaan tentang “Halal atau Haram” kita memberi ucapan selamat natal.
Lagi-lagi lewat pertanyaan-pertanyaan yang lama hilang itu saya mulai googling lagi.
Sampai saya menemukan tulisan di halaman http://aurachmanrio.blogspot.com yang berjudul “Kultwit Ustadz Salim A Fillaah #Natal”.
            Tulisan di blog tersebut adalah kutipan dari tulisan di twitter @salimafillah yang (jujur) saya tidak menengenal secara persis siapa beliau. Tapi menurut pepatah “Jangan melihat siapa yang menulis, tapi apa isi tulisan itu”, dan berikut kultwit (kuliah twitter) yang saya kutip ulang:

1. #Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi’an; “Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak
2. Wasi’an: “Kalian mengimani Musa, juga ‘Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama; Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda. #Natal
3. Wasi’an: “Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan AlQuran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan.” #Natal
4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82). #Natal
5. Tapi mungkin memang sudah tabiat ‘aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120). #Natal
6. Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi & usir-mengusir tersebab iman, tak terlarang kita saling berkebajikan. (QS 60: 8). #Natal
7. Maka inilah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan; itulah pengakuan ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. (QS 3: 64). #Natal
8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya, yakin di dada tak bisa dipaksakan. Kami hormati segala nan tak bisa dipertemukan. (QS 109: 6). #Natal
9. Dalam keberbedaan itu, izinkan kami tetap mencintai ‘Isa & Maryam, meski kami tak bisa memohon kalian mentakjubi Muhammad. #Natal
10. Izinkan jua kami, membaca dengan berkaca-kaca betapa indah Surat dalam Quran yang berjudul Maryam. Gadis tersuci sepanjang zaman. #Natal
11. Najasyi Habasyah & Uskup-uskupnya, juga para Patriarkh Najran menitikkan airmata, dibacakan Surat Maryam. Berkenankah kalian jua?#Natal
12. Ini sungguh bukti bahwa Allah, Nabi, & Al Quran kami mengajarkan pemuliaan nan mengharukan pada Maryam & ‘Isa yang tiada duanya. #Natal
13. Termuliakanlah ‘Isa dengan penciptaan & kelahiran nan ajaib yang bagi kami begitu agung sebagaimana penciptaan Adam. (QS 3: 59). #Natal
14. Termulialah ‘Isa nan bicara dalam buaian. Salam sejahtera baginya di saat lahir, kelak diwafatkan, & nantinya dibangkitkan. (QS 19: 33)
15. Saudara Nasrani terkasih; kami mencintai ‘Isa, Nabi & RasulNya. Ruh & kalimatNya, yang ditiup-tumbuhkan dalam rahim suci Maryam
16. #Natal ini, kalian rayakan kelahiran ‘Isa yang agung; tapi bagi kami tanggal 25 Desembernya agak membuat terkerut dahi bertanya-tanya.
17. Sebab Maryam nan sungguh berat ujiannya itu bersalin di saat kurma masak penuh tandannya. Kemungkinan itu Maret, bukan Desember. #Natal
18. Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah ditulis para Sejarawan, 25 Des itu hari kelahiran Janus & Mitra, Dewa Matahari. #Natal
19. Sungguhpun ingin rasanya syukuri lahirnya Rasul Ulul ‘Azmi nan teguh hati; ‘Isa, agak tak nyaman hati kami dengan hari pagan ini. #Natal
20. Sayangnya, hampir seluruh gereja sudah menyepakatinya, sampai seorang Sejarawan memelesetkan ‘Son of God’sebagai ‘Sun of God’. #Natal
21. Itulah awal-awal yang membuat kami berat hati untuk ucapkan Salam #Natal. Ini harinya Janus & Mitra. Bukan harinya ‘Isa, kawan terkasih.
22. Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju & cemara, pohon sesembahan pagan Eropa itu tak bisa kami paksa untuk diubahkan seenaknya. #Natal
23. Tinggal kini, dalam hasrat hati tuk membalas penghormatan yang kalian berikan di ‘Idul Fitri & Adhha, kami kan simak para ‘ulama. #Natal
24. Sungguh, agama ini memerintahkan untuk membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan yang lebih baik, minimal senilainya. (QS 4: 86) #Natal
25. Yang disepakati para ‘ulama atas keharamannya adalah keterlibatan dalam segala yang bernilai ritual & ibadah. Pun jua Fatwa MUI. #Natal
26. Jika keterlibatan dalam kegiatan #Natal nan bersifat ibadah & ritual disepakati haramnya, para ‘ulama ikhtilaf pada soal ucapan selamat.
27. Yang membolehi selamat #Natal al Dr. Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy; menyebut tahniah tak terkait dengan ridha atas ‘aqidah.
28. Tahniah #Natal, kata keduanya; bisa menjadi da’wah sebagaimana Ibrahim bicara tentang tertuhannya bintang, bulan, mentari. (QS 6: 77-83)
29. Oh iya, QS 6: 77-83 TIDAK berkisah tentang ‘Ibrahim Mencari Tuhan’, tapi ‘Ibrahim Berda’wah’, demikian ditegaskan Al Qurthuby. #Natal
30. Maka tahni-ah #Natal yang diikuti komunikasi intensif sebagaimana dilakukan Ibrahim pada penyembah bintang, bulan, mentari adalah indah.
31. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah #Natal ini dengan kehati- hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.
32. Adapun Al ‘Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA, dll cenderung mengharamkan tahni-ah #Natal tersebab hal itu sama dengan meridhai ‘aqidah keliru.
33. Jadi ikhtilaf ‘Ulama terkait tahni-ah #Natal ini ada di ranah pemaknaan kalimat ucapan tersebut. Masing-masingnya lalu mengajukan dalil.
34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan sosial nan melatarbelakangi fatwa nan tak sama. #Natal
35. Lajnah Fatwa KSA&Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al Qaradlawy&Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat majemuk. #Natal
36. Bagaimana sikap atas beda fatwa ucapan #Natal? Kata Asy-Syafi’i, Al Khuruj minal Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu disukai.
37. Dengan jernih hati & mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-duanya. Ada keadaan-keadaan yang harus dicermati. #Natal
38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi kemudahan bagi kita untuk beramal yang tak sekedar benar, melainkan juga tepat & cerdas. #Natal
39. Akan ada yang menghajatkan fatwa Al Qaradlawy & Az Zarqa, al; di wilayah muslim minoritas, keluarga majemuk nan erat hubungan dll #Natal
40. Akan ada juga yang hajatkan fatwa Al ‘Utsaimin pada posisi memelihara ‘izzah agama. Misalnya Raja KSA sebagai Khadimul Haramain. #Natal
41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak. Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya. #Natal
42. Dan adalah dosa; mengatasnamakan ‘ulama tuk haramkan sesuatu; padahal mereka tidak; cermati misalnya Fatwa MUI ini: [t.co]
43. Mengamalkan atau tak mengamalkan; jauh lebih ringan dari soal menghalalkan & mengharamkan; karena ia adalah haq Pembuat Syari’at. #Natal
44.Sebab itu; para ‘Ulama mengistilahkan beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB (tepat) & KHATHA’ (keliru), bukannya HAQ & BATHIL. #Natal
45. Maka dengan ilmu memadai, mari beramal terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi misi kita sebagai ummat terbaik di tengah manusia. #Natal
46. Demikian bincang #Natal. Semoga tak kecewa karena jawabnya tak satu. Sebab Salim, terlalu bodoh untuk lancang mentarjih ikhtilaf Ulama;)
47. Maafkan sejak tadi bincang #Natal ini terjeda-jeda; karena qadarauLlah sedang fakir sinyal; juga tadi tengah menyampai materi di Jambi:)

Dan, di atas tulisan tersebut di timeline twitter beliau, masih ada satu lagi tulisan tentang Nabi Isa yang teman-teman kristiani menyebutnya sebagai Yesus. Berikut kutipannya:

1. Seorang keji mendatangi ‘Isa, ‘alaihis salam. Dibawanya setimpuk kotoran menjijikkan; lalu dia ruahkan ke wajah & tubuh Al Masih.
2. Detik berikut; dari mulutnya keluar serapah laknat yang kotor & lucah, menghinakan Nabi ‘Isa dengan tuduhan jahat & palsu.
3. Maka tersenyumlah ‘Isa menyimak hingga khatam. Kemudian dihulurkannya sebotol minyak wangi kepada orang itu; dan diterima.
4. Di jenak berikutnya; ‘Isa bicara pada si keji dengan ucapan yang sangat indah & mulia; mendoakan dengan tulus & rendah hati.
5. Ketika lelaki itu berlalu pergi dengan tertawa-tawa; bertanyalah para Hawari, murid-murid ‘Isa; “Apa maksud semua ini Guru?”
6. “Dia melumurimu kotoran busuk menjijikkan; kau beri dia minyak wangi. Dia kasar mencaci-maki; tapi kau santun & lembut bicara?”
7. ‘Isa menjawab; “Lelaki itu memberiku kotoran busuk & ucapan keji. Sayang aku tak punya yang serupa dengan itu untuk membalasnya.”
8. “Ingatlah bahwa sesungguhnya”, lanjut ‘Isa sambil tersenyum, “Setiap orang hanya bisa memberikan apa yang dipunyainya.”
9. Demikian tersari dari sebuah atsar yang diurai Tarif Khalidi dalam “The Muslim Jesus”. Semoga menjadi ‘ibrah ya Shalih(in+at:)
            Sebuah tulisan yang sangat kuat, dan seperti ini harusnya seorang muslim memandang. Penuh optimis, melihat setiap kisah, cerita dan masalah dari sisi yang terbaik.
Sadar bahwa apa yang kita punya hanyalah titipan sang Illah, dan harus menjaganya.
            Semoga kutipan ini bisa menambah pengetahuan dan menjadi pengingat bahwa kita tidak hidup sendiri di dunia ini.. Dan  semoga mampu memberi manfaat buat kita..


Ketua Partai Salafi Mesir Ternyata

Ucapkan Selamat pada Hari Raya Koptik

30 December 2011 1:22 pm | Bumi Islam - Dibaca 523 kali
(Sumber: via http://www.fimadani.com/ketua-partai-salafi-mesir-ucapkan-selamat-pada-hari-raya-koptik)

            Dr. Adil Abdu Al Maqsud  Afifi selaku Ketua Partai Al Ashalah, yang berbasis masa komunitas Salafiyah menyatakan bahwa ia mengucapkan selamat kepada para penganut Koptik Mesir untuk hari raya mereka, demikian lansir Al Yaum As Sabi’ pada 26/12/11 lalu.
            Adil menyatakan, ”Saya memiliki banyak teman dari kalangan Koptik, baik saat ini maupun teman  lama, demikian juga para tetangga saya. Kami dengan mereka memiliki hubungan kuat dan kami saling memberi ucapan selamat di hari-hari raya dan acara-acara. Saya akan memberi ucapan selamat di kesempatan-kesempatan itu secara pribadi.”
            Namun, Adil menolak mengucapkan selamat secara resmi untuk pihak gereja, karena menurutnya, mereka tidak mencegah para tokoh Koptik yang meminta dukungan Amerika, Eropa dan Israel untuk melawan umat Islam Mesir. Mereka diminta untuk intervensi agar Mesir bebas dari umat Islam.
            Pernyataan ini berbeda pernyataan Adil pada hari Ahad sebelumnya, bahwa pihaknya menolak untuk mengirim kartu ucapan selamat kepada pihak Koptik, yang juga dilansir oleh Al Yaum As Sabi’. Adapun Yusri Hammad juru bicara Hizb An Nur, partai politik yang juga berbasis masa komunitas Salafi enggan berkomentar mengenai masalah ini,”Masalah ini menyangkut masalah sektarian, dan kami tidak akan berbicara tentangnya.”
            Dan apa yang dipilih oleh Dr. Adil Abdu Al Maqsud Afifi ini bertentangan dengan pendapat yang dianut mayoritas komunitas ini, bahwa mengucapkan selamat hari raya kepada ahlu dzimmah adalah perkara yang terlarang, merujuk kepada pendapat Ibnu Qayyim bahwa membari selamat untuk hari-hari raya mereka merupakan perkara haram.
            Sebagaimana diketahui partai Al Ashalah adalah partai yang berbasis masa para pengikut Syeikh Muhammad Abdu Al Maqsud, salah satu tokoh Salafy Mesir. Dalam situs resminya, alasalah.org, disebutkan bahwa Syeikh Muhammad Hassan juga merupakan salah satu pendukung partai ini.
            Tidak hanya partai Salafi saja yang mengucapkan selamat atas hari raya Koptik, Ikhwanul Muslimin juga melakukan hal yang sama.
hidayatullah | fimadani


1 komentar:

  1. hukum natal adalah haram sebagiamana pendapat jumhur ulama dari zaman ke zaman dan semua ulama salaf. silakan dicari refrensinya. Pakai akal dan hati yang jernih mana yg lebih kuat. ini sudah masalah akidah. salah memilih sikap, parah konsekuensinya. silakan cek salah satu situs ini http://www.save-islam.com/2011/12/bantahan-terhadap-fatwa-qardhawi-yang.html

    BalasHapus