![]() |
| AKP menang Lagi, Boleh Berjilbab di mana-mana |
| Kistyarini | Senin, 13 Juni 2011 | 07:40 WIB
ANKARA, KOMPAS.com — Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP), yang berkuasa di Turki, unggul dalam pemilihan umum pada Minggu (12/6/2011), demikian laporan media yang mengutip hasil penghitungan awal. Sementara ini sekitar 90,3 persen suara nasional telah dihitung dan AKP meraih 50,6 persen suara sehingga mengungguli kubu oposisi utama, Partai Rakyat Republik (CHP), yang meraih 25,6 persen dan partai oposisi terbesar kedua, Partai Gerakan Nasionalis (MHP), yang mendapat 13,2 persen suara, demikian dituturkan stasiun televisi Turki, NTV. Adapun para calon independen mengantongi 6,1 persen suara.
AKP, partai pimpinan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan, memenangi 325 kursi dari 550 kursi di parlemen. Para pendukung, yang kebanyakan adalah pemuda, berkumpul di luar markas AKP di Ankara guna merayakan kemenangan mereka serta menunggu Erdogan menyampaikan sambutan.
Dalam sambutannya, Erdogan berjanji akan merangkul semua pihak untuk kemajuan Turki. "Kita akan berkonsensus dengan oposisi utama, kelompok oposisi lain, partai di luar parlemen, media, lembaga swadaya masyarakat, kaum akademisi, dan siapa pun yang ingin berpartisipasi," katanya.
Lebih dari 50 juta warga Turki diperkirakan mendatangi tempat pemungutan suara untuk memberikan suara mereka, Minggu. Mereka akan memilih 550 anggota parlemen dari 7.492 calon dari 15 partai politik dan 203 calon independen. Jajak pendapat sebelum pemilihan umum memperlihatkan partai yang berkuasa, AKP, dapat meraih 48 persen suara untuk memperoleh masa jabatan ketiga kali berturut-turut. CHP diprediksi mendapat 25 persen sampai 30 persen suara, sementara MHP diperkirakan mengantongi 11 persen hingga 13 persen suara. (Sumber: AP, ANT)
![]() |
| PM Reccep Tayyip Erdogan beserta istri saat kampanye |
Meski Berprestasi, Erdogan Butuh Oposisi
Josephus Primus | Senin, 13 Juni 2011 | 16:34 WIB
KOMPAS.com — Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan boleh bernapas sedikit lega lantaran sukses meraih kemenangan pada pemilihan umum parleman, Minggu (12/6/2011). Kemenangan itu membuat partainya, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), menjadi penghuni separuh anggota parlemen. Jumlahnya 326 kursi.
AKP pimpinan Erdogan memang makin moncer namanya di Turki. Soalnya, partai berbasis Islam itu sukses mendongkrak pertumbuhan ekonomi Turki. Kebijakan luar negerinya pun terbilang tegas.
Selain itu, seturut warta AP dan AFP pada Senin (13/6/2011), saat berada di bawah kekuasaan AKP, Turki juga berhasil menurunkan angka penggangguran hingga lebih dari 3 persen dalam setahun.
Namun, Erdogan dan AKP yang berprestasi itu sejatinya mentok saat berhasrat menjadi mayoritas di parlemen. Makanya, butuh 330 kursi untuk menjadi yang terbesar di parlemen.
Maka dari itulah, Erdogan kemudian mengambil ancang-ancang merangkul oposisi. Soalnya, hanya dengan cara itu, seturut undang-undang berlaku, kelompok mayoritas bisa melakukan perubahan undang-undang. "Kami akan membangun sebuah konsensus dengan kelompok oposisi termasuk dengan partai di luar parlemen, media, LSM, cendekiawan, dan siapa pun yang ingin menyatakan pendapatnya," ujar Erdogan.
Maka dari itulah, Erdogan kemudian mengambil ancang-ancang merangkul oposisi. Soalnya, hanya dengan cara itu, seturut undang-undang berlaku, kelompok mayoritas bisa melakukan perubahan undang-undang. "Kami akan membangun sebuah konsensus dengan kelompok oposisi termasuk dengan partai di luar parlemen, media, LSM, cendekiawan, dan siapa pun yang ingin menyatakan pendapatnya," ujar Erdogan.
Erdogan menambahkan AKP akan membangun sebuah konsitusi yang akan memeluk seluruh partai dan lapisan masyarakat.
Corong Timur Tengah
Dia juga memberi sinyal kalau Turki mempunyai ambisi untuk menjadi corong Timur Tengah dan kaum Islam di dunia Barat. Erdogan pun mengatakan kemenangannya akan menguntungkan Bosnia, Lebanon, Suriah, dan Palestina.
"Percayalah, Sarajevo juga telah menang seiring dengan Istanbul, begitu bula Beirut dan Izmir, Damaskus, dan Ankara, lalu Ramallah, Nablus, Jenin, Tepi Barat, dan Jerusalem menang bersama Diyarbakir," ujar Erdogan yang menyebut kota-kota di Turki dan menyandingkannya dengan kota-kota Islam di Timur Tengah.
Lebih dari 50 juta orang—atau sekitar dua pertiga dari total rakyat Turki sebanyak 73 juta orang—terdaftar untuk ikut pemilu tersebut. Diperkirakan persentase orang yang ambil bagian adalah sekitar 84,5 persen.


Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus