SDIT AL-KHAIRAAT MASUK 5 SEKOLAH TERBAIK
DALAM
PENGAJARAN AL-QURAN
"Alhamdulillah, pada
Angkatan IV, 2020 kali ini, SDIT Al-Khairaat meloloskan 41 siswa untuk
mengikuti Khataman dan Imtihan Tartil Qur`an Metode Ummi. Alhamdulillah di SDIT
Al-Khairaat, kebanyakan Kelas IV sudah mencapai ketuntasan," demikian
diungkapkan Kepala Sekolah SDIT Al-Khairaat Yogyakarta, Ustadz Rojikin, S.Pd.
disela acara Khataman dan Imtihan Tartil Qur`an Metode Ummi di Aula Utama,
Gedung Keong, XT Squart, Ahad, 2 Februari 2020 pagi. Menurut Sarjana Pendidikan
UNY ini, "Acara khataman dan imtihan ini diselenggarakan sebagai sarana
uji publik atas penguasaan tartil Qur`an anak-anak didik kita".
Kegiatan Khataman dan Imtihan ini
dihadiri pula oleh Kepala Bidang Pembinaan SD, Dinas Pendidikan Kota
Yogyakarta, Drs. Rakhmat, M.Pd.; Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadau (JSIT)
DIY, Dr. H. Sudiyatna, M.Eng.; Kepala Kemenag Kota Yogyakarta, Drs. H. Nur
Abadi, M.A.; Danramil Umbulharjo dan staf, Bapak Luruh Muja-Muja, serta
Direktur UMMI Daerah Yogyakarta, Ustadz Kukuh Adi Wibowo, yang sekaligus bertindak sebagai salah satu
penguji tartil Qur`an pada acara Khataman dan Imtihan tersebut.
Dalam sesi uji publik, ketika
diminta membacakan ayat atau surat tertentu, para peserta imtihan dapat
membacakannya dengan benar dan tartil. Ketika Ustadz Kukuh mencoba menguji
dengan membaca beberapa ayat tertentu,
peserta imtihan bisa menyebutkan kesalahan tajwid pada bacaan ayat tersebut
dengan tepat. Bahkan, ketika diuji
dengan bacaan ghorib, peserta imtihan dapat menjelaskan dengan gamblang dan
benar. Menurut Ustadz Kukuh, “Dengan melihat hasil uji public ini, Insya Allah
peserta imtihan yang telah mencapai ketuntasan sudah mampu dan berhak mengajar
Tartil Qur`an Metode Ummi, menggantikan Ustadz-Ustadzahnya. Selain itu beliau
juga menyampaikan, “Dari 55
sekolah/lembaga yang mengajarkan metode Ummi dibawah binaan Ummi Daerah
Yogyakarta, Alhamdulillah berdasarkan 10 standar penilaian yang kami canangkan, pengajaran Tartil Al-Qur`an Metode Ummi di SDIT
Al-Khairaat ini masuk salah satu dari 5 lembaga/sekolah yang terbaik,” ujurnya
diiringi tepuk tangan tanda kesyukuran kekuarga besar SDIT Al-Khairaat.
Pembina YPDS Al-Khairaat
Yogyakarta, Ustadz M. Ilyas Sunnah dalam sambutannya menyampaikan, “Capaian SDIT
Al-Khairaat hari ini, patut kita syukuri dengan segenap jiwa raga, namun
capaian ini bukanlah puncak perjuangan, tetapi merupakan tonggak peringatan
untuk bekerja lebih keras lagi dengan selempang keistiqomahan dan semilir angin
kesabaran. Semoga ke depan, nilai-nilai Al-Quran dapat semakin “nyawiji” atau
menyatu dalam kepribadian seluruh civitas pembelajaran di SDIT Al-Khairaat ini,
sehingga nilai-nilai Al-Quran itu dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari
baik di sekolah, di rumah, dan maupun di lingkungan masyarakat sekitarnya.
Dalam bahasa kearifan local, hal ini merupakan modal utama dalam Pendidikan
Karakter Satriyatama sebagaimana dicita-citakan oleh Pendiri Kasultanan
Nyayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono I, yakni berkarakter Nyawiji (menyatu dengan sifat-sifat Ilahi/"rabbani"), greget (semangat), sengguh (teguh pendirian), ora mingkuh (tidak
gampang menyerah)," pungkasnya.
Acara Khataman
dan Imtihan kali ini juga dimeriahkan Pentas Group Nasyid Angklung Alkha Kids SDIT
Al-Khairaat. Di samping itu, di tengah acara juga dilakukan pemberikan penghargaan kepada 10
siswa yang berhasil meraih nilai munaqosah terbaik. Mereka adalah 1. Syahira Afihan Gysya (9,9), 2. Fathimah Az
Zahra Putri Muhalim (9,8), 3. Annisa Kautsar Syifa Ramadhan (9,8), 4. Shofwan
Faisal (9,7), 5. An Nisa Roudhotul Jannah (9,7), 6. Siti Syafarah Az-Zahra
Kesuma (9,6), 7. Ahmad Ibnu Abdurrahman (9,6), 8. Faris Andika (9,6), 9.
Nabilah Sherly Rose Shabrina (9,5), 10. Diana Nashwa Shabrina (9,5). Siswa-siswi
yang meraih penghargaan tampak sangat bergembira didampingi ummi dan abinya
yang tercinta. Semoga barakah fid dunia
wal akhirah. Aamiiin. (MIS)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar