PEMUDA
DAN TOKOH MASYARAKAT BERBOndong-Bondong
Ikuti
Sekolah Cinta Indonesia
“Apapun
tantangan dan terpaan cobaan yang dihadapinya,
insya Allah PKS akan tetap konsisten melakoni jati dirinya sebagai
Partai Dakwah. Hal ini berarti, dalam setiap langkah kerja dan sikap
politiknya, PKS akan senantiasa melandaskan diri pada nilai-nilai dakwah dengan
menghadirkan pendekatan Islam yang wasyatiyah
(moderat). Sejak memasuki kancah perpolitik nasional, PKS yang mencita-cita
terbentuknya masyarakat madani, adil, sejahtera, dan bermartabat ini, juga berusaha
senantiasa berjuang pada garis konstitusional. Oleh karena itu, bergabung
dengan PKS merupakan pilihan yang tepat dan konstitusional juga.”
Demikian
disampaikan Ustadz Dwi Budi Utomo, Sekretaris DPW PKS DIY pada acara Sekolah Cinta
Indonesia Dapil I Kota Yogyakarta di Lantai II, Hotel Olympic, Jalan
Sisingamangaraja, Yogyakarta pada Ahad (16/2/2020). Acara ini dihadiri 150 pemuda
dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Mergangsan, Kraton, Mantrijeron dan
sekitarnya. Pada sesi kedua dilakukan Pelantikan Anggota Baru dan pembagian
Kartu Tanda Anggota (KTA) PKS Kota Yogyakarta. Acara yang diakhiri dengan makan
siang bersama ini tampak guyub, dan penuh kebersamaan
yang membahagiakan.
Dalam
paparannya, Ustadz Dwi Budi Utomo menambahkan bahwa bergabung dengan PKS adalah
jalan lurus mencintai Indonesia, karena PKS senantiasa berusaha menggelar Program
Cinta Indonesia di berbagai sektor kehidupan, baik bidang politik, pendidikan kader
bangsa, pemberdayaan ekonomi rakyat, sosial budaya, perempuan dan penguatan keluarga,
serta peduli dan tanggap bencana. “Sejarah Perjuangan Bangsa dan bahkan Sejarah
Hadeging Negeri Nyayogyakarta Hadiningrat senantiasa dikaji dan diajarkan dalam
proses pendidikan kader PKS. Kepada kader-kadernya, PKS juga mendidik mencintai
NKRI tidak hanya dengan wacana tetapi dengan amal nyata. Pada saat terjadi
Gempa Bumi di DIY-Jateng, Alhamdulillah, PKS berhasil membuka 162 lokasi posko tersebar
di pelosok DIY dan Jateng. Bahkan, posko-posko PKS pada waktu itu dipercaya
oleh beberapa lembaga bantuan sosial Luar Negri untuk mengelola dan menyalurkan
bantuan mereka,” ungkapnya diikuti tempuk bangga para peserta.
Sedang
menurut Ustadz Tri Hari Kuncoro, anggota FPKS DPRD Kota dari Dapil I, “Setiap
kali diselenggarakan Sekolah Cinta Indonesia di berbagai daerah, pesertanya
selalu membludak. Hari ini Sekolah Cinta Indonesia PKS di Dapil II Kota
Yogyakarta Alhamdulillah diikuti oleh 165 peserta. Kemarin, Sabtu, 15 Februari
2020 di Dapil 7 Jawa Tengah (Kebumen, Purbalingga, dan Banjarnegara) peserta Sekolah Cinta Indoesia Alhamdulillah mencapai 1000 orang peserta. Sedang di Dapil Jakarta Timur DKI, Sekolah Cinta Indonesia diikuti oleh 300 peserta. Begitu juga di luar Jawa
baik di Lampung, Sulawesi Selatan, maupun di Papua sekalipun, juga terdapat
fenomena yang serupa. Semoga hal ini sebagai pertanda bahwa PKS semakin dipercaya masyarakat
untuk membersamai dan memimpin Rakyat Indonsia ke depan,” harapnya penuh semangat.
Menurut
Panitia Pelaksana, Pak Khrisna Murti acara Sekolah Cinta Indonesia (SCI) PKS
ini merupakan bentuk Training Orientasi atau Pengenalan PKS kepada anggota
barunya. Rencananya, di DPD PKS Kota Yogyakarta dilakukan secara bergelombang.
Gelombang pertama, pada Februari-Maret 2020 diselenggarakan per Dapil. Pada Ahad,
16 Februari 2020 hari ini, Sekolah Cinta Indonesia (SCI) diselenggarakan di
Dapil I dan Dapil II Kota Yogyakarta.
Bagi yang belum bisa bergabung mengikuti acara pada hari ini, masih berkempatan
mengikutinya, Insya Allah pada Ahad, 23 Februari 2020 di Dapil III dan Dapil
IV, dan pada Ahad, 1 Maret 2020 di Dapil V Kota Yogyakarta. Jika masih belum
berkesempatan juga jangan khawatir masih ada Sekolah Cinta Indonesia Gelombang
II, III, dan IV pada bulan-bulan berikutnya,“ pungkasnya sambil tersenyum
nyengir. (MIS).Keterangan Foto di Bawah: Situasi Sekolah Cinta Indonesia di Dapil VII, Jawa Tengah yang diikuti oleh 1000 orang peserta.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar