PENGAJIAN KASEPUHAN MASJID AL HUDA JOTAWANG
Ditulis Oleh: MIS Al-Fary
"Menurut Ibnu Abbas, turunnya surat An Nashr itu merupakan isyarat akan segera wafatnya Rasulullah S.A.W. Beliau tahu hal ini, karena pernah diberitahu oleh Rasulullah. Sedangkan, pada saat Rasulullah memasuki usia kasepuhan (lansia +-60 tahun), menurut istri beliau, A'isyah r.a., Rasulullah sering membaca dzikir "Subhanallah, wabihamdihi, astaghfirullah, wa atuubu ilaihi...." Demikian diantaranya yang disampaikan oleh Ustadz Hasyim Abdullah Safaa, S. E. pada pengajian Kasepuhan Masjid Al Huda Jotawang Sabtu siang, 8 Fenruari 2020 di Ingkung Kuali, Desa Wisata Kalakijo, Guwosari, Pajangan, Bantul.
Pengajian yang dikuti oleh 36 orang Kasepuhan Masjid Al Huda Jotawang ini berlangsung regeng dan hikmat. Pengajian ini dirangkai dengan makan ingkung goreng bersama dan ditutup dengan sholat jama` qoshor taqdim dhuhur dan Ashar berjama'ah. Dalam perjalanan pulang, rombongan berwisata di bawah tirik matahari di Taman Bendung, Kamijoro, Dusun Kaliwuru, Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kulon Progo
Ketua Takmir Masjid Al Huda, H. M.Hasanudin dalam kata sambutanya, menyampaikan terimakasih atas peranserta jamaah kasepuhan Masjid Al Huda Jotawang yang berkenan 'keraya-raya' mengikuti acara ini. "Kami mohon maaf apabila belum bisa mengajak lebih banyak jama'ah. Semoga ke depan, bisa lebih gayeng dan pesertanya juga bisa lebih banyak lagi," ungkapnya diamini seluruh peserta.
Wakil Ketua Bidang Pengembangan Takmir Masjid Al Huda Joyawang, H. M. Sugiyono menambahkan, "Pertama, mohon maaf persiapan acara ini agak mendadak, sehingga hanya menjawil peserta sejumlah sit dari 7 mobil yang ada. Semoga ke depan bisa kita usahakan alat transportasi yang lebih memadai. Kedua, terimakasih kepada Keluarga Bapak Totok, Bapak Sumidi, Bapak Ngaliman, dll yang telah berkenan menyeponsori acara ini. Semoga Allah memberi balasan yang lebih baik dan lebih banyak. Aamiiin...., " ujarnya.
Sementara itu, melihat semangat dan antusias para peserta, Ketua Takmir terpilih, Ki Ngaliman Widi Purnomo berjanji pada masa kepengurusannya nanti, "Insya Allah akan lebih sering kita agendakan pengajian sekaligus rihlah (berwisata) semacam ini, asal ada yang nyeponsori... " pungkasnya disambut gembira para peserta. (MIS-Al Fary)
Keterangan Foto di Samping: Seorang Kasepuhan yang paling gesit dan cekatan, Pak Sunardiyono berhasil mendapatkan yang diidam-idamkannya: sempelo dan ati.... Alhamdulillaah....Ha ha ha...
Keterangan Foto di bawah: peserta pengajian kasepuhan berfose ala jaman now.... Yang paling melenial kayaknya Bapake Attar: Wak Haji Agus Budiyanto...h h h....





Tidak ada komentar:
Posting Komentar