Sabtu, 31 Maret 2012

INILAH ALASAN RASIONAL PKS MENOLAK KENAIKAN HARGA BBM BERSUBSIDI


PKS Menolak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
(bayanat fraksi pks)

            Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara tegas telah menolak rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi. Sikap tegas menolak rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi telah disampaikan Presiden Partai dalam Pidato Pembukaan dan Penutupan pada Mukernas yang dilaksanakan di Medan, tanggal 27 dan 29 Maret 2012. Dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) tanggal 30 Maret 2012, Fraksi PKS sebagai representasi partai juga telah menyatakan dan menunjukkan sikapnya secara tegas menolak rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi. PKS menolak rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi berdasarkan hasil kajian dan pertimbangan dampak fiskal, ekonomi dan sosial-politik secara mendalam.
            PKS memandang bahwa kenaikan harga BBM Bersubsidi untuk seluruh segmen masyarakat apalagi dengan angka yang sangat tinggi sebesar 33% atau Rp1.500/liter tentunya akan meningkatkan beban kehidupan sehari-hari rakyat. Kenaikan harga BBM Bersubsidi akan memberikan dampak inflasi yang berlipat ganda (baik karena ekspektasi inflasi yang terbentuk, inflasi first round saat kebijakan diambil maupun second round pasca kebijakan) yang akan memberikan beban ekonomi yang semakin berat bagi rakyat, terutama akibat melonjaknya biaya transportasi dan harga bahan-bahan pangan. Melonjaknya inflasi, juga akan merusak perekonomian rakyat karena akan mendorong naikknya cost of capital bagi dunia usaha, khususnya UMKM dalam jangka menengah yang trennya saat ini sedang menurun. Kondisi ini tentunya akan menambah jumlah penduduk miskin, karena menurunnya daya beli rakyat, terpukulnya dunia usaha dan potensi munculnya pengangguran baru. Selain itu PKS memandang kenaikan harga BBM Bersubsidi akan mendorong gejolak sosial dan resistensi publik yang akan semakin besar kedepan yang menyebabkan instabilitas keamanan nasional yang seharusnya bisa dihindari. Dengan demikian penolakan PKS atas rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi sepenuhnya karena pertimbangan kebaikan dan kemaslahatan bagi rakyat, bangsa dan negara.
            PKS juga tidak setuju dengan rumusan Pasal 7 ayat 6 (A) RUU APBN Perubahan 2012 dimana, pemerintah bisa langsung menaikkan/menurunkan harga BBM Bersubsidi jika harga minyak mentah mengalami deviasi rata-rata 15% dalam waktu 6 (enam) bulan. Dengan ayat baru ini maka dalam beberapa bulan kedepan harga BBM Bersubsidi berpotensi segera naik. Dalam perhitungan, jika bulan April harga rata-rata minyak mentah mencapai 135 USD/barrel maka harga rata-rata minyak mentah selama 6 (enam) bulan terakhir telah mencapai 120,79 USD, dan melampaui ambang batas atas 120,75 USD, yang berpotensi dinaikkannya harga BBM bersubsidi pada 1 Mei 2012. Atau jika bulan April dan Mei harga rata-rata minyak mentah mencapai 124 USD/barrel maka harga rata-rata minyak mentah selama 6 (enam) bulan terakhir akan mencapai 120,80 USD, dan melampaui ambang batas, yang berpotensi dinaikkannya harga BBM bersubsidi pada 1 Juni 2012. Melihat tren harga rata-rata minyak mentah selama tiga bulan terakhir terus meningkat, dimana pada bulan Maret telah mencapai 128 USD/barrel, maka kenaikan harga BBM Bersubsidi berpotensi segera terjadi. Padahal dengan mempertimbangkan dampak terhadap perekonomian, kemaslahatan bagi rakyat, bangsa dan negara, serta kapasitas fiskal, PKS berpandangan tahun ini harga BBM bersubsidi tidak perlu dinaikkan.
            Berdasarkan hasil kajian dan pembahasan yang mendalam terhadap postur Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2012 yang telah dilakukan, PKS menilai bahwa kenaikan harga BBM Bersubsidi juga bukan merupakan solusi terbaik bagi persoalan fiskal dan APBN Perubahan Tahun 2012. Berikut penjelasan lebih detailnya:
1.      Ruang anggaran subsidi dan dana cadangan risiko energi sebesar Rp 225 trilliun yang telah ditetapkan sangat memungkinkan bagi pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM Bersubsidi. Dalam anggaran subsidi energi tersebut telah ditetapkan besaran Subsidi BBM, LPG, dan BBN sebesar Rp137,4 triliiun; Subsidi listrik sebesar Rp65 trilliun; dan alokasi cadangan risiko energi sebesar Rp23 trilliun.
  1. PKS berpandangan bahwa ketika harga BBM tidak dinaikkan, maka anggaran subsidi BBM akan membutuhkan tambahan sekitar Rp54 triliun. Namun dengan tidak ada kenaikan harga BBM tahun ini, maka tentunya tidak ada dana untuk kompensasi sebesar Rp30 triliun yang telah ditentukan dalam APBNP 2012, sehingga kekurangan dana menjadi sebesar Rp24 triliun. Dan kekurangan dana ini seharusnya akan dapat ditutup dengan alokasi cadangan risiko energi sebesar Rp23 trilliun, sehingga kekurangannya hanya Rp1 triliun, yang seharusnya dapat ditutup dengan pengaturan penyaluran BBM Bersubsidi agar tepat sasaran.
  2. Selain itu masih terdapat banyak alternatif lainnya untuk menutup kekurangan dana sebesar Rp24 triliun (jika tidak menggunakan alokasi cadangan risiko energi sebesar Rp23 trilliun) diantaranya dengan:
(a)    Mempertahankan penerimaan pajak tetap seperti target dalam APBN 2012. Penerimaan pajak dalam RAPBNP 2012 turun sebesar Rp20,83 triliun (dari rencana semula Rp1.032,57 triliun dalam APBN tahun 2012 menjadi Rp1.011,73 triliun), seharusnya tidak terjadi mengingat kondisi tax ratio yang masih potensial untuk bisa ditingkatkan. Hal ini juga akan dapat dicapai dengan melakukan extra effort dalam rangka menghapus mafia perpajakan, meningkatkan tax compliance khususnya wajib pajak KPP large tax office dan KPP Khusus, serta menurunkan tingkat tax evasion melalui upaya transfer pricing khususnya oleh perusahaan asing. Kepatuhan perusahaan untuk membayar pajak secara benar harus terus ditingkatkan, saat ini baru sekitar 500 ribu perusahaan yang membayar pajak. Selain itu dengan struktur pendapatan penduduk di Indonesia (BPS, 2010): 8,8 juta berpenghasilan diatas USD 14.000 pertahun dan 25 juta berpenghasilan USD 5.500 pertahun, maka seharusnya penerimaan dari Wajib Pajak (WP) Pribadi juga bisa naik. Penerimaan pajak dari sektor-sektor yang diindikasi masih under tax, seperti pertambangan dan telekomunikasi masih potensial ditingkatkan. Dalam APBN-P 2012 akhirnya penerimaan perpajakan telah disepakati menjadi Rp 1.016,2 triliun naik sebesar Rp4,5 triliun dari rencana dalam RAPBN-P 2012 yang sebesar Rp1.011,7 triliun.
(b)   Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga masih potensial untuk ditingkatkan. Penerimaan royalti dan bagi hasil migas dan pertambangan perlu dioptimalisasi dengan mereview dan melakukan audit penentuan cost recovery, serta melakukan audit kinerja pertambangan. Kementerian terkait juga perlu melakukan upaya serius untuk mengolah minyak bagian pemerintah di kilang-kilang dalam negeri, sehingga nilai tambah sektor migas dapat optimal bagi perekonomian domestik. Dalam APBN-P 2012 akhirnya penerimaan PNBP telah disepakati menjadi Rp 341,1 triliun naik sebesar Rp9,2 triliun dari rencana dalam RAPBN-P 2012 yang sebesar Rp331,9 triliun.
(c)    Potensi penghematan belanja barang dan pegawai masih sangat besar. Potensi penghematan belanja barang tahun 2012 ini menurut Kementerian Keuangan akan dapat mencapai Rp18 triliun. Jika penghematan belanja barang dan pegawai dilakukan lebih progresif, diharapakan akan menghemat minimal Rp20 triliun. Dalam RAPBN-P tahun 2012 alokasi anggaran untuk belanja pegawai direncanakan mencapai Rp212,24 triliun, yang hanya menurun Rp3,61 triliun atau 1,7 persen, sedangkan alokasi anggaran belanja barang direncanakan mencapai Rp186,55 triliun, hanya menurun sebesar Rp1,44 triliun (0,8 persen) belum signifikan. Belanja pegawai dan belanja barang ini masih jauh lebih besar dari belanja modal. Belanja barang (termasuk jasa) selama ini masih banyak yang tidak tepat dan bersifat pemborosan, termasuk biaya perjalanan dinas. Selain itu dengan remunerasi birokrasi yang sudah berjalan, seharusnya juga terjadi penghematan belanja pegawai melalui penggurangan honor-honor kegiatan birokrasi yang tidak tepat.
(d)   Memanfaatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) secara optimal. SAL tahun 2011 mencapai Rp96,6 triliun yang merupakan penjumlahan dari SAL 2010 sebesar Rp57 triliun dan SILPA tahun 2011 sebesar Rp39,2 triliun. Dalam rencana pemerintah SAL akan dipakai untuk menutup defisit dalam RAPBNP 2012 baru sebesar Rp56,17 triliun. Dengan demikian masih ada sisa SAL 2011 yang belum digunakan sebesar Rp40 triliun. Tentu saja SAL dapat dialokasikan untuk cadangan fiskal tetapi mengingat pengalaman tahun-tahun sebelumnya dimana penyerapan anggaran tidak optimal maka cadangan fiskal tidak harus terlalu besar, karena akan terdapat SILPA di tahun 2012.
(e)    PKS memandang, jika kementrian-kementrian terkait dapat menyelesaikan instrumen-instrumen pengaturan dan berbagai kebijakan terkait tatakelola energi nasional maka pembengkakan subsidi energi akan dapat dihindari dan penghematannya juga akan besar. Pembengkakan subsidi energi selama ini terjadi diantaranya karena:
(1)   Ketidaksungguhan kementerian terkait dalam menyiapkan sistem dan infrastruktur pengaturan BBM Bersubsidi berdasarkan roadmap yang telah disepakati.
(2)   Berdasarkan laporan BPH Migas tahun 2011 terjadi penyimpangan penyaluran BBM bersubsidi sebesar Rp 7,01 triliun per tahun.
(3)   Adanya temuan BPK tahun 2011 terkait inefisiensi di tubuh PLN sebesar Rp 19,7 triliun akibat tidak adanya pasokan gas untuk pembangkit PLTG PLN, sehingga PLN harus menggunakan BBM.
(4)   Mundurnya commercial operation date (COD) PLTU 10.000 MW Tahap I yang mengakibatkan meningkatnya penggunaan BBM, sehingga Kementerian ESDM mengajukan tambahan biaya pembangkitan sebesar Rp26 triliun.
(5)   Perkembangan subsidi listrik yang meningkat secara tajam, juga disebabkan karena diperluasnya jumlah penerima subsidi sehingga semua golongan dan tarif mendapatkan subsidi. Skema seperti ini mengakibatkan sasaran program subsidi listrik menjadi tidak tepat, karena pelanggan baik dari golongan rumah tangga, bisnis, dan industri yang memiliki kapasitas daya terpasang sangat besar, memperoleh subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi golongan tidak mampu (berkapasitas daya kecil seperti pelanggan 450 VA dan 900 VA). Jumlah pelanggan diatas 6600 VA memang tidak terlalu banyak, namun dilihat dari pemakaiannya yang sangat besar, maka besaran subsidi yang dikeluarkan justru banyak diserap pelanggan bisnis dan Industri besar tersebut. Ini kesalahan serius dalam pengaturan subsidi listrik yang perlu dirombak.
(6)   Kenaikan harga BBM Bersubsidi secara merata, dengan tidak disertai kebijakan “pemilahan” sekaligus “pemihakan” (discriminative and affirmative policy) tidak akan mendorong perbaikan arah kebijakan subsidi agar semakin tepat sasaran dan juga pengembangan energy mix dan diversifikasi energi yang semakin sehat dalam jangka menengah, terutama untuk transportasi.
(7)   PKS memandang bahwa terdapat kegagalan perencanaan anggaran dan pengelolaan korporasi PLN yang terlihat dalam pembengkakan pengajuan tambahan subsidi listrik. Dalam Nota keuangan RAPBN 2012 pemerintah mengajukan kenaikan sebesar Rp48,05 triliun (dari Rp45 triliun menjadi Rp93,05 triliun) atau meningkat sebesar 107%. Usulan tersebut kemudian dikoreksi oleh kesepakatan rapat kerja (raker) komisi VII bersama dengan kementerian terkait menjadi Rp64,5 trilliun. Permasalahan kemudian timbul setelah dilakukan perhitungan ulang oleh PLN, ternyata tidak mencukupi untuk menutup biaya operasional dan kewajiban PT PLN, dampaknya Debt Service Coverage Ratio (DSCR) PT PLN menjadi 34%. Sehingga pemerintah mengajukan ulang anggaran subsidi PT PLN sebesar Rp91 trilliun, yang kemudian ditolak oleh Rapat Konsultasi pimpinan DPR. PKS memandang bahwa tambahan subsidi listrik tersebut disebabkan karena tidak terealisasinya program-program PT PLN secara baik, kegagalan memenuhi target percepatan pembangkit listrik 10.000 MW dan kegagalan menjalankan kebijakan fuel mix sehingga menyebabkan terjadinya inefisiensi di tubuh PT PLN dan membebani keuangan korporasi. PKS menilai pemerintah perlu segera membenahi secara total dan serius manajemen pengelolaan PT PLN. Selain itu perlu dilakukan audit kinerja lanjutan oleh BPK untuk mengevaluasi kinerja PT PLN terkait program percepatan pembangkit listrik 10.000 MW sampai dengan sekarang. Sehingga kesalahan korporasi PLN yang terjadi tidak membebani keuangan negara dan merugikan rakyat.
            PKS telah berusaha dengan sebaik-baiknya memberikan kontribusi dalam pembahasan APBNP 2012 yang sebelumnya terancam deadlock. Dari hasil pembahasan yang telah diperjuangankan oleh PKS bersama kekuatan politik yang lain secara umum saat ini kita memiliki postur APBNP 2012 yang semakin baik dibandingkan dengan usulan dalam RAPBNP 2012 sebelumnya. Selain itu hak-hak rakyat rakyat miskin akhirnya juga mendapat alokasi yang lebih baik dengan berbagai skema subsidi yang ditetapkan. Dengan berbagai kesepakatan dalam UU APBNP 2012, juga telah memberikan tekanan kepada pemerintah untuk lebih bekerja keras, agar tidak membebankan kegagalan birokrasi dan korporasi (PLN, dll) kepada rakyat.
            PKS juga berharap akan muncul kesadaran baru bahwa dinamika politik karena “pertarungan ide dan gagasan” untuk kemaslahatan bagi rakyat, bangsa dan negara, tidak harus dimaknai dengan “permusuhan”, tetapi untuk lebih mendewasakan demokrasi dan penajaman mutu kebijakan pemerintah.
            PKS mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali menjalankan tugas masing-masing untuk berkarya, dan juga secara bersama ikut serta mengawasi jalannya pemerintahan dan pengelolaan negara (baik eksekutif, legislatif, yudikatif, dan moneter) agar semakin baik, demi kejayaan bangsa dan negara.
            Demikian penjelasan terkait dengan penolakan PKS atas rencana kenaikan harga BBM Bersubsidi, dengan berbagai pertimbangan yang mendalam untuk kebaikan dan kemaslahatan bagi rakyat, bangsa dan negara.

Jakarta, 30 Maret 2012
FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DPR RI

PKS Tolak Kenaikan Harga BBM

"Masih banyak pilihan yang bisa dilakukan untuk tak menaikkan harga BBM," kata Sekjen PKS.

Rabu, 29 Februari 2012, 12:06 WIB
Anggi Kusumadewi, Nila Chrisna Yulika

            VIVAnews – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta, menegaskan partainya menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diajukan pemerintah.
PKS berpendapat kenaikan BBM merupakan cara pemerintah untuk mengalihkan beban pengelolaan fiskal dari anggaran negara kepada rakyat. Padahal, ujar Anis, kenaikan BBM sebetulnya bisa diantisipasi oleh pemerintah sejak dua tahun lalu.
            “Masih banyak pilihan yang bisa dilakukan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM,” kata Anis di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 29 Februari 2012. PKS memiliki beberapa opsi untuk mencegah kenaikan BBM. Misalnya dengan menghentikan pemborosan dalam pengeluaran anggaran pemerintah. “Terlalu banyak biaya yang tidak produktif dan tidak efisien. DPR saja bisa menghentikan pembangunan gedung karena kami anggap itu pemborosan,” ujar Anis.
            Solusi lain yang ditawarkan PKS adalah dengan mengatasi kebocoran anggaran yang menurut mereka cukup besar. PKS juga menawarkan opsi pengurangan subsidi-subsidi lain di luar BBM. “Karena kalau subsidi BBM yang dikurangi dengan menaikkan harga BBM, dampaknya pasti inflasi dan kenaikan harga-harga, terutama sembako dan listrik,” terang Anis.
            Di sisi lain, PKS menganggap kompensasi pemerintah atas kenaikan harga BBM dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada warga miskin adalah langkah yang tak seimbang, bahkan berbau politis. “Kompensasinya cuma BLT, padahal harga-harga sembako pasti ikut naik. BLT juga artinya kampanye,” kata Anis.
            PKS pun meminta pemerintah mengalokasikan kompensasi dalam bentuk infrastruktur, bukan BLT. Apapun, PKS menilai antisipasi pemerintah kurang dan kini telah terlambat. “Karena tidak antisipatif dari awal, maka menjadi runyam,” ucap Anis.
            Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pekan lalu memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan naik. Alasannya, harga minyak mentah dunia juga naik. Ini membuat asumsi harga minyak dalam APBN 2012 harus disesuaikan. “Harga BBM mau tidak mau mesti disesuaikan dengan kenaikan yang tepat,” tegas SBY. (umi)
Sumber: Vivanews



Jumat, 30 Maret 2012

TIGA LANGKAH MERAIH KEBAHAGIAAN KELUARGA

Kajian Tafsir Surat Ar-Rum: 21
Sumber: dakwatuna.com
(Sumber: www.dakwatuna.com, 12/5/2008 | 06 Jumadil Awal 1429 H)

dakwatuna.com - Allah swt. Berfirman:

وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُم أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَاْ  
 وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّر                                                                                                                   (الروم21)

            “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (Q.S. Ar Rum:21)

Menikah Bukti Keagungan Allah
            Ayat ini sebenarnya bagian dari rangkaian cerita tanda-tanda keagungan Allah swt. dan kekuasaan-Nya. Bahwa semua yang ada di langit dan di bumi dan segala yang terjadi datang dari-Nya. Termasuk diciptakannya manusia berpasang-pasangan yang dengannya terjadi kelanjutan hidup, seperti yang disebutkan pada ayat di atas. Karenanya hakikat pernikahan dan rumah tangga bagi Allah swt. adalah ikatan yang sangat agung (mitsaaqon gholidho). Karena dengannya nampak keagungan-Nya.
            Sebaliknya, ketika manusia hidup di alam perzinaan, yang nampak hanyalah kebinatangan. Bila kebinatangan yang menonjol dalam hidup manusia, kerusakan pasti akan merajalela di mana-mana. Paling tidak yang pertama kali hancur adalah kemanusiaan. Manusia tidak lagi perduli dengan lembaga rumah tangga. Bila rumah tangga hancur, garis nasab akan hilang. Lama kelamaan manusia tidak tahu lagi siapa sebenarnya yang ia gauli. Tidak mustahil suatu saa- -bahkan ini sudah banyak terjadi--akan lahir seorang anak dari hubungan ayah dengan anaknya, atau hubungan ibu dengan anaknya, atau hubungan antara saudara seayah dan sebagainya. Naudzubillah.
            Karena itu pada ayat di atas, Allah swt. menjadikan hakikat berpasang-pasangan sebagai bukti keagungan-Nya, supaya manusia tidak begitu mudah merendahkan dirinya dengan menganggap bahwa berhubungan dengan siapa saja boleh-boleh saja. Tidak, janganlah sekali-kali perbuatan ini dilakukan. Sebab dengan melakukan perzinaan seseorang tidak saja menghancurkan kemanusiaannya sendiri melainkan lebih dari itu ia telah merendahkan Allah swt. dengan meremehkan tanda-tanda keagungan-Nya.
            Dari ayat di atas setidaknya ada tiga langkah yang bisa kita bahas secara mendalam dalam tulisan ini untuk mencapai kebahagiaan dalam rumah tangga kita, yakni:
(a) Bangun Jiwa Sakinah
(b) Hidupkan Semangat Mawaddah
(c) Pertahankan Spirit Rahmah.
            Dan ketiga langkah ini adalah bekal utama setiap rumah tangga. Bila salah satunya hilang, rumah tangga akan rapuh dan mudah retak. Karena itu hendaklah ketiga langkah tersebut benar-benar dicapai secara maksimal, atau paling tidak mendekatinya.

Langkah Pertama: Bangun Jiwa Sakinah
            Allah berfirman dalam ayat tersebut: litaskunuu ilaihaa, artinya menikah itu agar kau berteduh wahai para suami kepada istrimu. Kata litaskunuu diambil dari kata sakana yaskunu artinya berdiam atau berteduh. Dari kata sakana ini di ambil istilah sakinah yang kemudian diartikan tenang atau bahagia. Memang bisa saja kata sakana diartikan tenang, tetapi pengertian dalam ayat ini lebih dalam lagi dari sekedar tenang atau yang lebih tepat “bahagia”.
            Syaikh Ibn Asyur dalam tafsirnya At-Tahrir wat Tanwiir mengartikan kata litaskunuu dengan dengan tiga makna:
(1) lita’lafuu artinya agar kamu saling mengikat hati, seperti uangkapan ta’liiful quluub. Dalam surah Al Anfal: 63 Allah berfirman: wa allafa baina quluubihim (Dialah Allah yang telah mempersatukan hati di antara mereka). Dengan makna ini maka antara suami istri hendaknya benar-benar membangun ikatan hati yang kuat. Dan sekuat-kuat pengikat hati adalah iman. Maka semakin kuat iman seseorang, semakin kuat pula ikatan hatinya dalam rumah tangganya. Sebaliknya, semakin lemah iman seseorang, bisa dipastikan bahwa rumah tangga tersebut akan rapuh dan mudah retak.
(2) Tamiiluu ilaihaa artinya kau condong kepadanya. Condong artinya pikiran, perasaan dan tanggung jawab tercurah kepadanya, praktisnya seperti orang “jatuh cinta’-lah. Dengan makna ini maka suami istri bukan sekedar basa-basi untuk bersenang-senang sejenak. Melainkan benar-benar dibangun di atas tekad yang kuat untuk membangun masa depan rumah tangga yang bermanfaat. Karenanya harus ada kecondongan dari masing-masing suami istri. Tanpa kecondongan pasti akan terjadi keterpaksaan.
            Karena itu orang tua jangan memaksakan kehendaknya jika memang ternyata dalam diri anaknya tidak ada kecondongan. Saya sering menemukan seorang anak muda mengeluh karena dipaksa orang tuanya untuk menikah dengan si fulanah. Sementara dalam diri anak muda tersebut tidak ada kecondongan sama sekali. Tapi orang tuanya mengancam dan bahkan menganggap ia bukan anaknya jika tidak mengikuti keinginannya.
            Ini tentu sikap yang tidak pada tempatnya. Orang tua harus tahu bahwa sakinah dalam rumah tangga tidak akan dicapai tanpa adanya kecondongan. Pun orang tua harus tahu bahwa yang akan hidup bersama istrinya adalah sang anak. Maka tidak benar menggunakan kartu merah orang tua, untuk memaksakan kecondongannya supaya anak mengikutinya.
            Seringkali rumah tangga hancur karena orang tua tidak meperhatikan kecondongan sang anak. Karena itu untuk membangun sakinah harus ada dalam diri masing-masing suami istri kecondongan satu sama lain (semacam ada ketertarikan atau rasa jatuh cinta pada pasangannya).
(3) Tathma’innuu biha artinya kau merasa tenang dengannya.
            Dalam surah Ar Ra’d: 28 Allah berfirman: alaa bidzikrillahi tathma’innul quluub (Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram). Dari sini nampak bahwa untuk mencapai ketenangan dalam rumah tangga hanya dengan banyak berdzikir kepada Allah.
            Para ulama menyebutkan bahwa dzikir ada tiga dimensi: dzikurullisan (dzikir dengan lidah), dzikrul qalb (dzikir dengan hati) maksudnya hatinya selalu sadar dan ingat kepada Allah, dan dzikrul haal (dzikir dengan perbuatan), maksudnya seluruh perbuatannya selalu dalam ketaatan kepada Allah swt. Maka sungguh tidak mungkin mencapai sakinah rumah tangga yang penuh dengan kemaksiatan kepada Allah swt.
            Termasuk kemaksiatan ketika masing-masing suami suka berbohong. Banyak rumah tangga yang retak karena ketidakjujuran masing-masing suami istri. Bila seorang suami suka berbohong pasti sang istri akan gelisah. Selanjutnya ketenangan akan hilang dalam rumah tangga. Sebaliknya bila istri suka berbohong, sang suami pasti tidak akan merasa tenang bersamanya. Bila suami tidak tenang, bisa jadi kelak rumah tangga akan terancam. Dari sini perceraian demi perceraian terjadi. Asal muasalnya karena kebiasaan tidak jujur dan terbiasa melakukan kemaksiyatan dan perbuatan dosa.

Langkah Kedua: Hidupkan Semangat Mawaddah
            Mawaddah artinya cinta-birahi. Imam Hasan Al Bashri mengartikan kata mawaddah sebagai metaphor (kata kiasan) dari hubungan seks. Jelasnya bahwa mawaddah adalah perasaan cinta dan senang, dengannya rumah tangga menjadi BERGAIRAH DAN PENUH SEMANGAT. Tanpa mawaddah rumah tangga akan kering dan hambar. Mawaddah ini biasanya sangat personal. Ia tidak tergantung kepada kecantikan istri atau ketampanan suami. Boleh jadi di mata banyak orang wanita itu tidak cantik, tetapi sang suami sangat menggebu mencintainya. Pun boleh jadi wanita itu disepakati sebagai wanita cantik, tetapi sang suami ternyata sangat membencinya.
            Sebagian ulama tafsir mengatakan bahwa cinta biasanya sering menggebu di masa muda atau di awal-awal pernikahan. Sayangnya, pada umumnya, lama ke lamaan setelah masuk dalam rutinitas rumah tangga, getaran cinta [mawwadah]-nya menjadi melemah, [kecuali pasangan calon penghuni surga].  Karenanya Allah swt. bekali pasangan suami-istri itu dengan rasa rahmah sebagai pengimbangnya, supaya ketika sinyal     mawwadah-nya mulai meredup, masih ada semangat rahmah (kasih sayang) yang akan menghangatkan rumah tangga tersebut. Lain halnya dengan orang-orang yang membangun rumah tangga hanya dengan modal cinta [mawwadah], rumah tangga rentan mudah roboh dan tidak kokoh.
            Ibarat mesin, mawaddah adalah dinamo penggerak yang mengairahkan. Dengan mawaddah rumah tangga menjadi dinamis dan produktif. Sebaliknya bila jiwa mawaddah hilang, rumah tangga akan menjadi monoton, hambar, tanpa dinamika sama sekali. Dalam penelitian saya minimal ada tiga cara merawat dan menggairahkan mawaddah, di antaranya:
(a) Katsratut tahaady (selalu saling memberi hadiah dan "pelayanan"), karena seperti kata Nabi saw. dengan saling memberi hadiah, cinta (mawaddah) akan selalu hangat merekah.
(b) Katsratu dzikrihi (selalu saling mengingat kebaikannya). Sebab dengan mengingat kebaikannya seseorang akan selalu merasa berhutang budi. Hindari melihat keburukan dan kekurangannya, karena itu akan menumbuhkan kebencian dan perselisihan tiada henti.
(c) Katsratul ittishaali ma’ahu (selalu saling berkomunikasi mesra) sebab dari kemunikasi inten akan hilang sak-prasangka. Banyak hal yang sebenarnya dimaksudkan untuk kebaikan, tetapi karena lemahnya komunikasi ini seringkali malah terjadi kesalahpahaman antara kedua pasangan suami-istri.

Langkah Ketiga: Pertahankan Spirit Rahmah (Kasih Sayang)
            Rahmah artinya kasih sayang, diambil dari kata rahima yarhamu. Dari kata ini pula diambil kata ar rahmaan salah satu nama Allah swt. Bahwa Allah Maha Penyayang. Para ahli tafsir mengatakan bahwa rahman atau kasih sayang-Nya Allah meliputi seluruh mahluk-Nya: manusia, binatang, dan mahluk-mahluk lainnya. Termasuk orang-orang yang tidak beriman, karenanya mereka masih bisa hidup dan bisa menikmati fasilitas kehidupan dari Allah, padahal mereka setiap hari tidak mentaati-Nya. Kata rahmah (kasih sayang) lebih bermakna kesungguhan untuk berbuat baik kepada orang lain, apa lagi kepada pasangan hidupnya.
            Memang setiap orang mempunyai kekurangan, dan tidak ada seorang pun yang mecapai kesempurnaan. Maka jika setiap manusia selalu mempersepsikan adanya pasangan yang sempurna, pasti pada akhirnya ia tidak akan pernah punya pasangan. Dalam pepatah Arab dikatakan: “Man talaba akhan bilaa ‘aibin laqiya bilaa akhin (orang yang mencari kawan tanpa cacat, pasti pada akhirnya ia tidak akan punya kawan).
            Kata rahmah lebih mencerminkan sikap saling memahami kekuarangan masing-masing lalu berusaha untuk saling melengkapi. Sikap rahmah menekankan adanya sikap saling tolong menolong dalam bersinergi, sehingga kekurangan berubah menjadi kesempurnaan.
            Sikap rahmah seringkali berperan ketika semangat cinta mulai menurun. Biasanya itu terjadi setelah usia suami istri sama-sama mencapai tahap tua. Cucu sudah mulai banyak. Badan banyak sakit-sakitan. Pada saat itu kebertahanan rumah tangga sangat ditopang oleh kekuatan rahmah (kasih sayang).
            Karena itu mawaddah dan rahmah ibarat dua sayap bagi burung. Bila kedua sayap itu berfungsi dengan baik, maka rumah tangga akan berjalan penuh kebahagiaan. Ibarat burung terbang di angkasa, ia menikmati keindahan alam semesta dan penuh dengan kelapangan dada. Tanpa sedikit pun ada beban di hatinya. Terbang ke mana saja ia mau, tidak ada hambatan dan kesulitan.

Kesadaran Akhirat
            Pada penutup ayat di atas Allah swt. berfirman: inna fiidzaalika laayatil liqawmiyyatafakkaruun maksudnya bahwa itu semua merupakan bukti bagi orang-orang yang berpikir. Yaitu orang-orang yang menggunakan akalnya untuk memahami ajaran Allah swt. Dalam Al Qur’an banyak sekali penegasan bahwa kelak di hari Kiamat banyak manusia menyesal karena selama di dunia tidak menggunakan akalnya. Allah swt. berfirman,
            “Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala.” Al Mulk:10
            Dari sini nampak bahwa yang membedakan antara manusia dan mahluk lainnya adalah karena manusia Allah bekali akal. Dan di antara ciri orang-orang berakal bahwa ia selalu menegakkan kedamaian dalam hidupnya terutama minimal dalam rumah tangganya. Maka ketika ia tidak bisa membangun kedamaian dalam rumah tangganya, bisa dipastikan ia akan gagal dalam lapangan kehidupan yang lain.
            Bila seseorang gagal dalam rumah tangga otomatis ia menyesal. Menyesal karena telah menyia-nyiakan kesempatan untuk berbuat baik selama di dunia. Penyesalan itu terjadi kelak setelah ia tahu bahwa ternyata Allah tidak menyia-nyiakan sekecil apapun yang dilakukan manusia. Famayya’mal mitsqaal dzarratin khairay yarah wamay ya’mal mitsqaala dzarratin syarray yarah (Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” Qs. Az Zalzalah:7-8.
            Kesadaran akhirat seperti inilah yang harus selalu dicamkan oleh setiap suami istri, karena hanya dengan kesadaran ini semua prilaku akan menjadi baik dan rumah tangga akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Wallahu’ alam bishshwab.

PKS Keukeuh Tak Setuju Harga BBM Naik

Paripurna Harga BBM Jumat, Parpol Pendukung Gencar Melobi
(Sumber; http://www.poskotanews.com/Kamis, 29 Maret 2012 14:20:41 WIB)

JAKARTA (Pos Kota) – Naik atau tidaknya harga BBM akan ditentukan dalam Sidang Paripurna DPR RI, Jumat (30/3/2012) besok  dan kemungkinan besar diputuskan melalui pemungutan suara terbanyak atau voting.
            Parpol pendukung kenaikan BBM dan penolak kian gencar melakukan lobi politik. Masing-masing  melobi partai untuk mendapatkan dukung yang diingini. PD  juga tak luput kerja keras melobi mereka yang  menolak kenaikan harga BBM bersubsidi yakni PDIP, Hanura, dan Gerindra.
            Diberitakan sejumlah petinggi parpol anggota koalisi bertemu membicarakan ihwal paripurna soal penetapan APBN Perubahan 2012 besok. Intinya pertemuan  berupaya agar suara koalisi kompak setuju harga BBM naik jika divoting besok.
            Sejauh ini diantara anggota koalisi, PKS dikhawatirkan akan membelot dari keputusan anggota koalisi. PKS  akan tetap menolak kenaikan harga BBM meski resikonya mereka dikeluarkan dari koalisi pendukung pemerintah.
(prihandoko/sir)

 PKS dan Golkar, Penentu Nasib Harga BBM di DPR
Ferdinan –detiknews.com
[Sumber: detikNews.com, Jumat, 30/03/2012 06:27 WIB]

            Jakarta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar sidang paripurna membahas Rancangan Undang-Undang APBP Perubahan (APBNP) 2012 hari ini. Dua pokok pembahasan yang diprediksi berjalan alot yakni terkait besaran subsidi energi dan usulan penambahan pasal yang memberi keleluasaan pemerintah menyesuaikan harga BBM bersubsidi.
            Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Gun Gun Heryanto menyebut ada tiga skenario peta sembilan fraksi di DPR bila dilakukan voting menyangkut kenaikan harga BBM. 
            Skenario pertama, parpol koalisi solid mendukung kenaikan harga BBM. Jumlah suara mereka mencapai 423, terdiri dari Fraksi Demokrat (148), Golkar (106), PKS (57), PAN (46), PPP (38), PKB (28). Kekuatan mereka mengungguli jumlah suara penolak kenaikan harga BBM yakni PDIP (94), Gerindra (26) dan Hanura (17) dengan total suara hanya 137. 
            Skenario kedua, PKS ikut menolak kenaikan harga BBM. Meski menyebrang ke tiga fraksi kontra kenaikan harga, namun tetap kubu ini akan kalah karena hanya memiliki 194 suara. "Dengan demikian kelompok yang pro kenaikan tetap akan melenggang," kata Gun-Gun kepada detikcom, Kamis (29/3/2012) malam. 
            Skenario ketiga, PKS dan Golkar balik badan dari koalisi untuk menolak kenaikan harga BBM. Dengan tambahan suara dari PKS dan Golkar, maka ada lima fraksi yang menolak kebijakan pemerintah terkait BBM. 
            "Jika kedua partai ini menyeberang ke mereka yang kontra kenaikan, maka akan ada 300 suara yang tidak pro dan 260 suara yang pro. Artinya, Demokrat cs yang pro kenaikan akan kalah. Maka yang menentukan adalah sikap PKS dan Golkar. " terangnya
(fdn/fdn)

 Jelang Paripurna BBM, Fraksi PKS Kumpul

Presiden PKS langsung terbang ke Jakarta untuk memimpin rapat pleno Fraksi PKS.

Ismoko Widjaya
(Sumber: www.vivanews.com, Jum'at, 30 Maret 2012, 08:28 WIB)

            VIVAnews - Jelang paripurna pengesahan kenaikan harga BBM, Fraksi PKS menggelar rapat pleno. Rapat pleno ini akan dipimpin langsung Presiden PKS Luthfi Hassan Ishaaq.
            "Rapat akan berlangsung pagi ini di Fraksi PKS. Semestinya Pak Luthfi sudah tiba dari Medan," kata anggota Komisi VII PKS Mardani Ali Sera dalam perbincangan dengan VIVAnews, Jumat 30 Maret 2012.
            Menurut Mardani, Presiden PKS baru saja meninggalkan arena Musyawarah Kerja Nasional PKS yang digelar di Medan. Mukernas PKS sendiri baru akan berakhir hari ini di Medan. Tetapi, Presiden PKS langsung terbang ke Jakarta untuk memimpin rapat pleno Fraksi PKS jelang paripurna BBM.
            "Dalam rapat ini, seluruh anggota DPR dari Fraksi PKS akan hadir. Untuk Pak Luthfi apakah langsung ke tempat rapat atau bagaimana saya belum cek," kata Mardani yang juga juru bicara PKS ini.
            Semua anggota Fraksi PKS termasuk Mardani sudah mendapat pesan singkat dari jajaran partai. Isinya, bahwa untuk mempersiapkan diri jelang paripurna pembahasan kenaikan BBM.
            "SMSnya cuma satu, paripurna jam 10 pagi ini. Tapi memang paripurna ini ada beberapa agenda. Khusus untuk agenda pengesahan BBM belum tahu jam berapa," kata Mardani lagi. (sj)

Siap Voting, PKS Solid Tolak Penaikan BBM
Oleh: Agus Rahmat
Nasional - Jumat, 30 Maret 2012 | 11:21 WIB

            INILAH.COM, Jakarta - Sebelum mengikuti rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar rapat pleno, Jumat (30/3/2012).
            Hasilnya, Fraksi PKS konsisten menolak harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi naik. Sikap tersebut akan ditunjukkan saat voting di paripurna nanti siang.
"Pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM," kata Ketua Fraksi PKS di DPR Mustafa Kamal usai rapat pleno di ruangan Fraksi PKS, Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
            Sebagaimana diberitakan, DPR akan mengambil keputusan terkait dua opsi besaran subsidi energi yang nantinya berimplikasi pada keputusan pemerintah untuk menaikkan atau tidak harga BBM bersubsidi per 1 April 2012.
            Dua opsi yang akan ditawarkan Badan Anggaran DPR dalam rapat paripurna, yakni opsi pertama subsidi energi sebesar Rp 225 triliun dengan rincian subsidi BBM Rp 137 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun.
            Opsi kedua, yakni subsidi energi sebesar Rp 266 triliun dengan rincian subsidi BBM Rp 178 triliun, subsidi listrik Rp 65 triliun, dan cadangan risiko fiskal energi Rp 23 triliun.
Jika opsi pertama yang dipilih maka penaikan harga BBM akan disetujui, karena subsidi BBM dipangkas menjadi Rp137 triliun. Namun jika opsi kedua yang dipilih maka penaikan harga BBM dibatalkan karena subsidi BBM sebesar Rp178 triliun.
            Pembahasan dua opsi itu juga disertai pengambilan keputusan apakah mengamandemen atau tidak Pasal 7 ayat 6 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 yang menyebutkan harga jual eceran BBM bersubsidi tidak naik. [bar]

Golkar Nilai Belum Perlu Menaikkan Harga BBM

(Sumber: http://www.metrotvnews.com/Polhukam / Kamis, 29 Maret 2012 20:34 WIB)
 
         Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Golongan Karya (Golkar) menyatakan belum perlu menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan menyerahkan masalah itu kepada pemerintah.
            "Kami menilai, soal BBM bersubsidi akan dinaikkan atau tidak, hal itu adalah domain pemerintah," kata Sekjen DPP Partai Golkar, Idrus Marham, saat memberikan pernyataan pers di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (29/3) malam.
            Idrus Marham menjelaskan, merespons isu kenaikan harga BBM bersubsidi yang berkembang pada akhir-akhir ini, DPP Partai Golkar memberikan pandangan dan sikap politiknya. Pandangan dan sikap politik Partai Golkar, kata dia, antara lain Partai Golkar berpandangan pada saat ini tidak perlu menaikkan harga BBM bersubsdidi.
            Soal rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, naik atau tidak Partai Golkar menyerahkannya kepada pemerintah, karena hal itu merupakan kewenangan pemerintah. Terkait dengan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi, Partai Golkar dan Fraksi Partai Golkar di DPR tetap mengawasi dan mengkritisi jika ada hal-hal yang tidak sejalan dengan kepentingan rakyat.
            "Partai Golar juga bersikap mempertahankan agar subsidi energi tetap diberikan," katanya. Idrus juga menegaskan, sikap politik Partai Golkar ini menjadi instruksi kepada Fraksi Partai Golkar di DPR sebagai perpanjangan tangan partai untuk dapat dilaksanakan. "Itulah sikap dan pandangan Partai Golkar terhadap rencana kenaikan harga BBM bersubsdidi yang berkembang saat ini," katanya.(Ant/BEY)
Golkar Konsisten Tolak Kenaikan Harga BBM
Penulis: Hasanudin Aco  |  Editor: Gusti Sawabi
(Sumber: http://www.tribunnews.com/Jumat, 30 Maret 2012 09:47 WIB)

            TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar DPR RI Setya Novanto menegaskan fraksinya akan tetap konsisten menolak kenaikan harga BBM yang akan diputuskan dalam sidang paripurna DPR di gedung DPR RI Jakarta, Jumat (30/3/2012), siang ini.
            "Kalau konsistensinya tetap dipertahankan. Namun masalah kenaikan dan penunuran harga BBM itu merupakan domain pemerintah," kata Novanto sebelum mengikuti rapat internal fraksi Golkar di DPR pagi ini.
            Menurut Novanto, Golkar dari awal bersikap selalu menginginkan evaluasi mengenai harga BBM bersubsidi. "Kita justru tidak bicara kenaikan harga BBM tetapi kita berikan alternatif kepada sumber subsidi energi," kata Novanto. Diharapkan, dengan sumber energi alternatif ini pemerintah bisa mengantisipasi dan merrubah aturan yang belum selesai.
            "Misalnya dengan memperkuat sumber energi nabati dtau terkait biofuel. Kemudian masalah terkait energi biothermal diperkuat. PLTS diberdayagunakan oleh pemerintah dan sebagainya yang bisa menjadi sumber alternatif energi selain BBM," kata dia.
Menurut Novanto, sikap Golkar terkait harga BBM diputuskan setelah melihat dinamika dan aspirasi yang berkembang di masyarakat. "Sampai terakhir kita lihat mengkristal sampai dimana. Karena suara Golkar suara masyrakat," ujarnya. (aco)

Golkar Kumpulkan Anggota Pagi Ini Sebelum Paripurna
Tribunnews.com - Jumat, 30 Maret 2012 09:23 WIB

            TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fraksi Golkar DPR mengadakan rapat internal fraksi di gedung DPR RI Jakarta, Jumat (30/3/2012), sekitar pukul 09.00 WIB. Pantauan Tribunnews.com, sejumlah anggota DPR sudah hadir. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Fraksi Golkar DPR Setya Novanto.
            "Kalau Golkar intinya terkait penolakan itu. Masalah kenaikan dan penurunan harga BBM itu domain pemerintah," kata Setya Novanto.
(aco)

PAN: Kenaikan Harga BBM Bisa Ditunda
Tribunnews.com - Jumat, 30 Maret 2012 11:44 WIB
Penulis: Hasanudin Aco  |  Editor: Gusti Sawabi

            BUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Fraksi PAN Teguh Juwarno mengatakan besar kemungkinan kenaikan harga BBM tidak diputuskan dalam rapat paripurna DPR, Jumat (30/3/2012), siang ini.
            "Di dalam rapat paripurna nanti ada kalusal alternatif yang kemungkinan ada penundaan," kata Teguh di gedung DPR siang ini. Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR yang berakhir dini hari tadi mengemuka opsi alternatif soal naik tidaknya harga BBM.
Intinya Mencabut Pasal 7 ayat 6 UU No 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012.  Yang isinya  dimana Harga Jual Eceran BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan harga.
            Catatan Tribunnews.com, usul mengemuka dimana opsinya mengganti kalimat : Apabila harga ICP (Indonesia Crude Price) melebih 5% asumsi maka pemerintah diberi kewenangan menyesuaikan harga BBM. Artinya: Keputusan kenaikan harga BBM diserahkan pada pemerintah. "Kami mengusulkan 15% kalau 5 % sangat rendah," kata Teguh.
            Dengan kata lain, harga BBM tidak diputuskan naik dalam rapat paripurna.  Harga BBM bisa jadi tidak naik awal April ini. Namun harga BBM bisa naik sewaktu-waktu ketika harga minyak dunia melonjak melebihi 5 persen dari asumsi makro 105 dolar AS per barel yang ditetapkan dalam APBN-P 2012 nanti. Harga BBM bisa naik akhir April, Mei, Juni, atau kapapun tergantung harga minyak dunia yang sewaktu-waktu juga bisa melonjak.
            Dikalangan penolak harga BBM naik opsi ini dikhawatirkan diputuskan dalam rapat paripurna nanti. Dan bisa diputuskan tidak melalui mekanisme voting.
"Tidak voting dalam paripurna nanti. Kita ini konsisten, ini bukan domain DPR tapi pemerintah untuk naikkan harga BBM," kata Teguh.

PPP Minta Kenaikan Harga BBM Ditunda
Editor: Gusti Sawabi  |  Sumber: Kompas.com
Tribunnews.com - Jumat, 30 Maret 2012 10:41 WIB

            TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fraksi Partai Persatuan Pembangunan meminta Pemerintah menunda rencana menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi per 1 April 2012. Keputusan itu disampaikan Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar didampingi Sekretaris Jenderal PPP M Romahurmuziy saat jumpa pers di ruang F-PPP di Komplek DPR, Jakarta, Jumat (30/3/2012).
            Hasrul mengatakan, sikap PPP itu diambil setelah melihat aspirasi dan reaksi rakyat di daerah atas rencana kenaikan harga BBM. PPP menilai, psikologi sosial masyarakat belum dapat menyesuaikan kebijakan itu. "PPP meyakini Pemerintah memiliki pandangan yang sama mengenai hal itu, dan akan mengambil keputusan yang arif dan bijaksana untuk menunda kenaikan harga BBM sampai kondisi riil masyarakat telah siap," kata Hasrul.
            Selain itu, PPP meyakini bahwa Pemerintah memiliki kemampuan untuk menganalisis gejolak harga minyak dunia dan mengelolanya secara tepat dalam konteks kondisi mikro dan makro ekonomi. Karena itu, lanjut dia, PPP menyerahkan sepenuhnya kebijakan penetapan harga BBM kepada Pemerintah.
            "PPP meyakini bahwa Pemerintah amat memahami dan menyadari kondisi nyata kehidupan masyarakat kita. Karenanya, Pemerintah tak akan mungkin mengambil kebijakan yang menyengsarakan dan menyakiti hati rakyatnya," kata Hasrul. Ketika ditanya sampai kapan penundaan yang diminta PPP, Hasrul menjawab, "Terserah Pemerintah. Mau sebulan, mau seminggu. Itu jalan tengah."

Inilah Pandangan Partai Jelang Paripurna

R. Ghita Intan Permatasari - Okezone
(Sumber: http://economy.okezone.com/30 Maret 2012)

                JAKARTA - Pembahasan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akhirnya diserahkan kepada voting dalam sidang paripurna hari ini. Berikut adalah pandangan sejumlah fraksi terhadap kenaikan BBM.
                Partai Hanura yang diwakili oleh Miriam Mariani mengungkapkan dari percepatan pembahasan APBN-Perubahan yang dilakukan pemerintah, pihaknya keberatan dan menolak pasal 7 ayat 6. "Isinya sudah tepat. kemakmuran rakyat harus diutamakan. Hanura menolak perubahan pasal 7 ayat 6," tegas dia di ruang rapat Banggar, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012).
                Karenanya, pihaknya memilih opsi kedua, yakni tetap menambah subsidi BBM menjadi Rp178 triliun, subsidi listrik Rp65 triliun dan risiko fiskal sebesar Rp23 triliun. Senada, partai Gerindra juga dengan tegas menolak opsi pertama yang memberikan peluang bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.
                Mengikuti jejak kedua partai tersebut, partai PDI-P juga menolak subidi BBM sebesar Rp137 triliun. Pasalnya subsidi sebesar Rp137 triliun merupakan bagian dari kebijakan untuk menaikkkan harga BBM. Karenannya, PDI-P pun mengusulkan agar subsidi BBM di angka Rp178 triliun.
Oleh karena itu, dalam voting yang akan dilakukan pada sidang paripurna siang ini, PDI-P akan menolak menaikkan harga BBM bersubsidi.
                Sementara partai PKS juga menilai pasal 7 ayat 6 tidak perlu diubah, artinya pemerintah tidak boleh menaikan harga BBM. Hanya saja, PKS menilai Rancangan APBN Perubahan 2012 dapat dilanjutkan ke tingkat selanjutnya. Sementara itu, partai Golkar yang tadinya mendukung kenaikan harga BBM mulai berubah haluannya. Golkar menilai tidak tepat harga BBM subsidi dinaikkan saat ini.
                "Namun Golkar menyerahkan keputusan kepada pemerintah atau Memberi ruang pemerintah atau menyerahkan kewenangan kenaikkan BBM bersubsidi kepada pemeritah," ungkap Anggota Banggar DPR dari Fraksi Golkar Markus Nari. Akan tetapi, partai Golkar memberikan beberapa catatan seperti defisit pada Rancangan APBN Perubahan 2012 berada di kisaran 2,7-2,8 persen dan Sunsdi energi berada di angka Rp 225,4 triliun.
                Partai PKB dan PPP memang secara ekplisit tidak mengungkapkan dukungannya akan kenaikan harga BBM bersubsidi. Namun, kedua partai ini memandang APBN sudah cukup matang untuk dibawa ke sidang paripurna.
                Adapun dua partai lainnya, yakni PAN dan Demokrat dengan tegas menyetujui perubahan UU 22 2011 untuk dibawa ke tahap selanjutnya karena, asumi makro dalam rancangan APBN Perubahan 2012 cukup realistis.

PKS Keukeuh Tak Setuju Harga BBM Naik

Gina Nur Maftuhah - Okezone
(Sumber: www.okezone.com, Jum'at, 30 Maret 2012 11:47 wib)
                JAKARTA - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku mengusulkan kepada pemerintah untuk menunggu harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 20 persen dari harga asumsi makro dahulu, baru kemudian pemerintah bisa menaikkan harga BBM subsidi.
                "Kenapa usul 20 persen? Karena memungkinkan tidak naik sampai akhir tahun ini kecuali di Selat Hormuz tambah panas, ICP sampai USD150 per barel baru harga BBM dapat naik," demikian diungkapkan Anggota F PKS Tamsil Linrung ditemui di sela sidang Paripurna DPR-RI, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012).
                Menurut Tamsil, PKS berpendapat bahwa semakin melambungnya harga ICP yang dikeluhkan pemerintah sehingga kenaikan BBM tidak terelakkan saat ini masih sekira lima persen.
Dalam Asumsi makro APBN 2012, pemerintah memang mengasumsikan ICP sebesar USD90 per barel dan saat ini ICP Maret diprediksi akan mencapai USD128 per barel sehingga BBM belum seharusnya dinaikkan.
                Dalam rapat badan anggaran yang diadakan sampai dinihari sendiri, sebut Tamsil, DPR-I telah memiliki tiga opsi sehingga DPR akan memilih opsi tersebut. Sedangkan terkait salah satu pasal dalam APBN 2012, yaitu pasal 7 ayat 6A yang menjadi rapat alot, dia menyebut bahwa Banggar telah menyelesaikan tugasnya untuk membahas postur anggaran APBN-P 2012 dan besaran subsidi energi.
                "Semua telah kita selesaikan semuanya dengan elegan, dan mengambil keputusan yang diperdebatkan, yaitu sembilan fraksi telah setuju mempertahankan pasal 7 ayat 6," tambah Tamsil yang juga Wakil Ketua Badan Anggaran ini.
                Dijelaskan Tamsil, Badan Anggaran (Banggar) juga tidak mau terjebak dengan amar putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan kewenangan menaikan BBM ada di pemerintah sehingga Banggar memberikan fleksibilitas dengan memasukan pasal 7 ayat 6A. "Lima fraksi koalisi mengusulkan lima persen (kenaikan harga ICP di atas asumsi), sedangkan fraksi PKS mengusulkan 20 persen dan tiga fraksi menolak adanya ayat 6A," tandasnya. (ade)

Kamis, 29 Maret 2012

PRESIDEN PKS, LUTHFI HASAN ISHAAQ:

PKS tetap Koalisi atau tidak Tunggu Kenaikan BBM
(Sumber: http://www.metrotvnews.com/Polhukam/Kamis,29 Maret 2012 11:03 WIB)
Presiden yang Pro-Rakyat Miskin
            Metrotvnews.com, Medan: Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaq menyatakan, PKS belum akan menentukan keluar atau tetap di koalisi pendukung pemerintah. PKS masih menunggu keputusan pemerintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
            Luthfi mengatakan itu saat ditanya wartawan di sela-sela upacara penutupan Musyawarah Kerja Nasional PKS di Medan, Sumatra Utara, Rabu (28/3) malam. Luthfi mengatakan, PKS tetap menolak kenaikan harga BBM jika kenaikan tersebut menyengsarakan rakyat.
            Di sisi lain, kata Luthfi, PKS tidak setuju jika postur APBN menjadi terganggu manakala BBM tidak dinaikkan. Pernyataan Presiden PKS itu semakin memperlihatkan kegamangan PKS dalam koalisi: Apakah akan terus bersama pemerintah atau tidak? (Puji Santoso)


(Sumber: http://www.republika.co.id/berita/nasional/Rabu, 28 Maret 2012 10:17 WIB)

            REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq mengaku siap bekerja dalam kondisi apapun. Baik dalam pemerintahan maupun di luar. Alasannya, ini merupakan realitas politik yang harus dipilih oleh PKS.
            Luthfi pun meminta agar semua pihak menahan diri untuk tidak terjebak dalam aksi-aksi yang kehilangan substansi dan merugikan masyarakat lainnya. ''PKS lebih memilih berdiri bersama rakyat, merasakan jeritan hati rakyat yang makin menderita oleh berbagai himpitan hidup yang kian menyulitkan.''
            Melihat situasi nasional saat ini, ucapnya, tak ada pertimbangan lain bagi PKS selain bagaimana membawa keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. ''Bila kebijakan pemerintah membuat rakyat berteriak, kami tak ada pilihan lain, PKS harus berdiri dengan mereka. Saya yakin seluruh kader PKS tak akan galau untuk meninggalkan posisi mereka saat ini bila nanti diperintahkan partai.''
            Apalagi, PKS dididik sebagai kader dakwah, bukan politisi. Jadi kekuasaan hanya sekedar alat mensejahterakan rakyat dan bukan menjadi tujuan. Luthfi mengatakan, adanya pihak yang berteriak mengusir PKS dari koalisi dengan tudingan tak loyal bukan barang baru dan bukan soal berat.
            ''Kami berkoalisi untuk kepentingan bangsa dan negara, bila sekarang itu menjadi hal yang mustahil buat apa harus dipertahankan lagi. Bila PKS harus memilih, kami tak akan gamang, karena itu realitas yang harus dihadapi,'' pungkas dia.
Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Mansyur Faqih

PKS kembali Tegaskan Siap Jadi Oposisi
(Sumber: http://www.metrotvnews.com/Polhukam / Kamis, 29 Maret 2012 12:05 WIB)

            Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera menyatakan siap keluar dari koalisi pendukung pemerintah. Pilihan itu demi rakyat. "Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq dalam orasi politiknya pada penutupan Mukernas di Medan menegaskan kembali kesiapan PKS untuk menempati posisi apapun," kata Wakil Sekjen PKS Refrizal kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/3).
            Menurut Refrizal, Presiden PKS mengingatkan kader dan struktur PKS agar siap di manapun. Sebab PKS berpengalaman sebagai koalisi dan oposisi. "Presiden juga menyampaikan kita bekerja untuk rakyat, demi kejayaan bangsa. Tak perlu terpengaruh sekelompok orang yang berkutat dengan angka-angka," kata dia.
            Artinya, kata Refrizal, bila harus menyudahi posisi dalam koalisi itu sebuah realitas yang harus dipilih. Presiden menyampaikan sudah cukup menjadi teman yang baik. "Sudah tuntas tugas kita dalam menjaga musyarokah, PKS harus lebih mengedepankan kesejahteraan rakyat di atas semuanya," kata Refrizal.
            Pernyataan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaq menanggapi ancaman sejumlah petinggi Partai Demokrat akibat ketidaksetujuan atas rencana pemerintah menaikan harga BBM. Perwakilan PKS di Badan Anggaran DPR memang setuju dengan RAPBN 2012 dan sepakat dengan Opsi 1 Pemerintah. Opsi 1 menyatakan pemberian subsidi BBM Rp137 triliun, listrik Rp65 triliun dan cadangan energi fiskal Rp24 triliun.(Andhini)