Selasa, 27 Desember 2011

PKS--MAKSUDNYA FAHRI HAMZAH-- UCAPKAN NATAL

Penulis: Achsin,
( http://www.itoday.co.id/politik/3854-pks-ucapkan-natal, Minggu, 25 Desember 2011 21:55)
itoday - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah melalui akun twitternya (@Fahrihamzah) menuliskan: Di sela gerimis dan senyum anak negeri. Aku mengucapkan Selamat Natal bagi saudaraku yg merayakan. Damai semoga Indonesia Raya.

Selain itu, mantan aktivis KAMMI ini juga meretweet, akun twitter Rois Rahma Fathoni (@kaisar_el_rema), seorang mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan pasca sarjana di Al Azhar Mesir. Di twitter itu, Rois yang juga aktivis PKS di negeri Seribu Menara itu membahas persoalan mengucapkan natal.
Sebelumnya, pada 24 Desember 2011, Rois Rahma juga menanyakan kapan Fahri Hamzah mengucapkan Natal. bang @Fahrihamzah ditunggu ucapan Natalnya untuk saudara-saudara kita kristiani. Sebagaimana al-azhar mengucapkan serupa di tgl 7 Januari.

Berikut ini, bahasan Rois Rahma Fathoni:
begitu juga soal mengucapkan selamat natal. ulama saudi melarang sebab mereka berkecimpung dengan umat islam. #al-azhar @Fahrihamzah

berbeda dengan #al-azhar yang berada di mesir, hidup dalam lingkungan heterogen @Fahrihamzah

#al-azhar terbiasa btukar selamat hari besar dgn gereja koptik. kita jg mesti ingat, mesir bnama Egypt diambil dr Koptik. @Fahrihamzah

meskipun awal sejarahnya Koptik adalah semacam bangsa tapi kemudian bergeseran makna terjadi: Koptik = Kristen Ortodok @Fahrihamzah

Intinya adalah iqra. Semakin banyak kita paham, kita semakin mentolelir pendapat orang lain. #al-azhar @Fahrihamzah

Kajian lanjutnya baca juga
26 Desember 2011
(Sumber: http://alvinugraha.tumblr.com/post/14835196462/tulisan-natal-itu-masih-layak-dibaca)

            Hari Minggu, 2 hari sebelum saya membuat tulisan ini adalah tepat tanggal 25 Desember 2011. Hari yang ‘disucikan’ oleh teman-teman saya umat kristiani. Ya, sesuai kalender juga, tanggal 25 Desember selalu diperingati sebagai Hari Natal. Dan, sebagai seorang teman, sahabat, saudara, saya pun turut mengucapkan selamat kepada teman-teman yang merayakan Hari Natal tahun ini..
            Tapi seperti biasa, hari Natal selalu diikuti dengan pertanyaan oleh beberapa umat muslim. Pertanyaan tentang “Halal atau Haram” kita memberi ucapan selamat natal.
Lagi-lagi lewat pertanyaan-pertanyaan yang lama hilang itu saya mulai googling lagi.
Sampai saya menemukan tulisan di halaman http://aurachmanrio.blogspot.com yang berjudul “Kultwit Ustadz Salim A Fillaah #Natal”.
            Tulisan di blog tersebut adalah kutipan dari tulisan di twitter @salimafillah yang (jujur) saya tidak menengenal secara persis siapa beliau. Tapi menurut pepatah “Jangan melihat siapa yang menulis, tapi apa isi tulisan itu”, dan berikut kultwit (kuliah twitter) yang saya kutip ulang:

1. #Natal ini, terkenang ujaran Allahu yarham KH Abdullah Wasi’an; “Saudara-saudaraku Nashara terkasih, beda antara kita tidaklah banyak
2. Wasi’an: “Kalian mengimani Musa, juga ‘Isa. Kamipun sama. Tambahkanlah satu nama; Muhammad. Maka sungguh kita tiada beda. #Natal
3. Wasi’an: “Kalian imani Taurat, Zabur, & Injil. Kamipun demikian. Tambahkan AlQuran, maka sungguh kita satu tak terpisahkan.” #Natal
4. Sungguh adanya kerahiban jadikan kalian lembut hati & dekat pada kami; sementara Yahudi & musyrik musuh terkeras kita. (QS 5: 82). #Natal
5. Tapi mungkin memang sudah tabiat ‘aqidah, satu sama lain tak rela jika kita tak serupa dalam agama secara sepenuhnya. (QS 2: 120). #Natal
6. Bagaimanapun, selama kita tak saling memerangi & usir-mengusir tersebab iman, tak terlarang kita saling berkebajikan. (QS 60: 8). #Natal
7. Maka inilah kita mencari titik singgung iman demi kebersamaan; itulah pengakuan ke-Ilahi-an Allah tanpa persekutuan. (QS 3: 64). #Natal
8. Tetapi kami insyafi sepenuhnya, yakin di dada tak bisa dipaksakan. Kami hormati segala nan tak bisa dipertemukan. (QS 109: 6). #Natal
9. Dalam keberbedaan itu, izinkan kami tetap mencintai ‘Isa & Maryam, meski kami tak bisa memohon kalian mentakjubi Muhammad. #Natal
10. Izinkan jua kami, membaca dengan berkaca-kaca betapa indah Surat dalam Quran yang berjudul Maryam. Gadis tersuci sepanjang zaman. #Natal
11. Najasyi Habasyah & Uskup-uskupnya, juga para Patriarkh Najran menitikkan airmata, dibacakan Surat Maryam. Berkenankah kalian jua?#Natal
12. Ini sungguh bukti bahwa Allah, Nabi, & Al Quran kami mengajarkan pemuliaan nan mengharukan pada Maryam & ‘Isa yang tiada duanya. #Natal
13. Termuliakanlah ‘Isa dengan penciptaan & kelahiran nan ajaib yang bagi kami begitu agung sebagaimana penciptaan Adam. (QS 3: 59). #Natal
14. Termulialah ‘Isa nan bicara dalam buaian. Salam sejahtera baginya di saat lahir, kelak diwafatkan, & nantinya dibangkitkan. (QS 19: 33)
15. Saudara Nasrani terkasih; kami mencintai ‘Isa, Nabi & RasulNya. Ruh & kalimatNya, yang ditiup-tumbuhkan dalam rahim suci Maryam
16. #Natal ini, kalian rayakan kelahiran ‘Isa yang agung; tapi bagi kami tanggal 25 Desembernya agak membuat terkerut dahi bertanya-tanya.
17. Sebab Maryam nan sungguh berat ujiannya itu bersalin di saat kurma masak penuh tandannya. Kemungkinan itu Maret, bukan Desember. #Natal
18. Maafkan jika menyinggung hati, tapi sungguh telah ditulis para Sejarawan, 25 Des itu hari kelahiran Janus & Mitra, Dewa Matahari. #Natal
19. Sungguhpun ingin rasanya syukuri lahirnya Rasul Ulul ‘Azmi nan teguh hati; ‘Isa, agak tak nyaman hati kami dengan hari pagan ini. #Natal
20. Sayangnya, hampir seluruh gereja sudah menyepakatinya, sampai seorang Sejarawan memelesetkan ‘Son of God’sebagai ‘Sun of God’. #Natal
21. Itulah awal-awal yang membuat kami berat hati untuk ucapkan Salam #Natal. Ini harinya Janus & Mitra. Bukan harinya ‘Isa, kawan terkasih.
22. Tentu tradisi ribuan tahun dengan salju & cemara, pohon sesembahan pagan Eropa itu tak bisa kami paksa untuk diubahkan seenaknya. #Natal
23. Tinggal kini, dalam hasrat hati tuk membalas penghormatan yang kalian berikan di ‘Idul Fitri & Adhha, kami kan simak para ‘ulama. #Natal
24. Sungguh, agama ini memerintahkan untuk membalas tiap pemuliaan dengan penghargaan yang lebih baik, minimal senilainya. (QS 4: 86) #Natal
25. Yang disepakati para ‘ulama atas keharamannya adalah keterlibatan dalam segala yang bernilai ritual & ibadah. Pun jua Fatwa MUI. #Natal
26. Jika keterlibatan dalam kegiatan #Natal nan bersifat ibadah & ritual disepakati haramnya, para ‘ulama ikhtilaf pada soal ucapan selamat.
27. Yang membolehi selamat #Natal al Dr. Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy; menyebut tahniah tak terkait dengan ridha atas ‘aqidah.
28. Tahniah #Natal, kata keduanya; bisa menjadi da’wah sebagaimana Ibrahim bicara tentang tertuhannya bintang, bulan, mentari. (QS 6: 77-83)
29. Oh iya, QS 6: 77-83 TIDAK berkisah tentang ‘Ibrahim Mencari Tuhan’, tapi ‘Ibrahim Berda’wah’, demikian ditegaskan Al Qurthuby. #Natal
30. Maka tahni-ah #Natal yang diikuti komunikasi intensif sebagaimana dilakukan Ibrahim pada penyembah bintang, bulan, mentari adalah indah.
31. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah #Natal ini dengan kehati- hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.
32. Adapun Al ‘Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA, dll cenderung mengharamkan tahni-ah #Natal tersebab hal itu sama dengan meridhai ‘aqidah keliru.
33. Jadi ikhtilaf ‘Ulama terkait tahni-ah #Natal ini ada di ranah pemaknaan kalimat ucapan tersebut. Masing-masingnya lalu mengajukan dalil.
34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan sosial nan melatarbelakangi fatwa nan tak sama. #Natal
35. Lajnah Fatwa KSA&Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al Qaradlawy&Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat majemuk. #Natal
36. Bagaimana sikap atas beda fatwa ucapan #Natal? Kata Asy-Syafi’i, Al Khuruj minal Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu disukai.
37. Dengan jernih hati & mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-duanya. Ada keadaan-keadaan yang harus dicermati. #Natal
38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi kemudahan bagi kita untuk beramal yang tak sekedar benar, melainkan juga tepat & cerdas. #Natal
39. Akan ada yang menghajatkan fatwa Al Qaradlawy & Az Zarqa, al; di wilayah muslim minoritas, keluarga majemuk nan erat hubungan dll #Natal
40. Akan ada juga yang hajatkan fatwa Al ‘Utsaimin pada posisi memelihara ‘izzah agama. Misalnya Raja KSA sebagai Khadimul Haramain. #Natal
41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak. Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya. #Natal
42. Dan adalah dosa; mengatasnamakan ‘ulama tuk haramkan sesuatu; padahal mereka tidak; cermati misalnya Fatwa MUI ini: [t.co]
43. Mengamalkan atau tak mengamalkan; jauh lebih ringan dari soal menghalalkan & mengharamkan; karena ia adalah haq Pembuat Syari’at. #Natal
44.Sebab itu; para ‘Ulama mengistilahkan beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB (tepat) & KHATHA’ (keliru), bukannya HAQ & BATHIL. #Natal
45. Maka dengan ilmu memadai, mari beramal terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi misi kita sebagai ummat terbaik di tengah manusia. #Natal
46. Demikian bincang #Natal. Semoga tak kecewa karena jawabnya tak satu. Sebab Salim, terlalu bodoh untuk lancang mentarjih ikhtilaf Ulama;)
47. Maafkan sejak tadi bincang #Natal ini terjeda-jeda; karena qadarauLlah sedang fakir sinyal; juga tadi tengah menyampai materi di Jambi:)

Dan, di atas tulisan tersebut di timeline twitter beliau, masih ada satu lagi tulisan tentang Nabi Isa yang teman-teman kristiani menyebutnya sebagai Yesus. Berikut kutipannya:

1. Seorang keji mendatangi ‘Isa, ‘alaihis salam. Dibawanya setimpuk kotoran menjijikkan; lalu dia ruahkan ke wajah & tubuh Al Masih.
2. Detik berikut; dari mulutnya keluar serapah laknat yang kotor & lucah, menghinakan Nabi ‘Isa dengan tuduhan jahat & palsu.
3. Maka tersenyumlah ‘Isa menyimak hingga khatam. Kemudian dihulurkannya sebotol minyak wangi kepada orang itu; dan diterima.
4. Di jenak berikutnya; ‘Isa bicara pada si keji dengan ucapan yang sangat indah & mulia; mendoakan dengan tulus & rendah hati.
5. Ketika lelaki itu berlalu pergi dengan tertawa-tawa; bertanyalah para Hawari, murid-murid ‘Isa; “Apa maksud semua ini Guru?”
6. “Dia melumurimu kotoran busuk menjijikkan; kau beri dia minyak wangi. Dia kasar mencaci-maki; tapi kau santun & lembut bicara?”
7. ‘Isa menjawab; “Lelaki itu memberiku kotoran busuk & ucapan keji. Sayang aku tak punya yang serupa dengan itu untuk membalasnya.”
8. “Ingatlah bahwa sesungguhnya”, lanjut ‘Isa sambil tersenyum, “Setiap orang hanya bisa memberikan apa yang dipunyainya.”
9. Demikian tersari dari sebuah atsar yang diurai Tarif Khalidi dalam “The Muslim Jesus”. Semoga menjadi ‘ibrah ya Shalih(in+at:)
            Sebuah tulisan yang sangat kuat, dan seperti ini harusnya seorang muslim memandang. Penuh optimis, melihat setiap kisah, cerita dan masalah dari sisi yang terbaik.
Sadar bahwa apa yang kita punya hanyalah titipan sang Illah, dan harus menjaganya.
            Semoga kutipan ini bisa menambah pengetahuan dan menjadi pengingat bahwa kita tidak hidup sendiri di dunia ini.. Dan  semoga mampu memberi manfaat buat kita..


Ketua Partai Salafi Mesir Ternyata

Ucapkan Selamat pada Hari Raya Koptik

30 December 2011 1:22 pm | Bumi Islam - Dibaca 523 kali
(Sumber: via http://www.fimadani.com/ketua-partai-salafi-mesir-ucapkan-selamat-pada-hari-raya-koptik)

            Dr. Adil Abdu Al Maqsud  Afifi selaku Ketua Partai Al Ashalah, yang berbasis masa komunitas Salafiyah menyatakan bahwa ia mengucapkan selamat kepada para penganut Koptik Mesir untuk hari raya mereka, demikian lansir Al Yaum As Sabi’ pada 26/12/11 lalu.
            Adil menyatakan, ”Saya memiliki banyak teman dari kalangan Koptik, baik saat ini maupun teman  lama, demikian juga para tetangga saya. Kami dengan mereka memiliki hubungan kuat dan kami saling memberi ucapan selamat di hari-hari raya dan acara-acara. Saya akan memberi ucapan selamat di kesempatan-kesempatan itu secara pribadi.”
            Namun, Adil menolak mengucapkan selamat secara resmi untuk pihak gereja, karena menurutnya, mereka tidak mencegah para tokoh Koptik yang meminta dukungan Amerika, Eropa dan Israel untuk melawan umat Islam Mesir. Mereka diminta untuk intervensi agar Mesir bebas dari umat Islam.
            Pernyataan ini berbeda pernyataan Adil pada hari Ahad sebelumnya, bahwa pihaknya menolak untuk mengirim kartu ucapan selamat kepada pihak Koptik, yang juga dilansir oleh Al Yaum As Sabi’. Adapun Yusri Hammad juru bicara Hizb An Nur, partai politik yang juga berbasis masa komunitas Salafi enggan berkomentar mengenai masalah ini,”Masalah ini menyangkut masalah sektarian, dan kami tidak akan berbicara tentangnya.”
            Dan apa yang dipilih oleh Dr. Adil Abdu Al Maqsud Afifi ini bertentangan dengan pendapat yang dianut mayoritas komunitas ini, bahwa mengucapkan selamat hari raya kepada ahlu dzimmah adalah perkara yang terlarang, merujuk kepada pendapat Ibnu Qayyim bahwa membari selamat untuk hari-hari raya mereka merupakan perkara haram.
            Sebagaimana diketahui partai Al Ashalah adalah partai yang berbasis masa para pengikut Syeikh Muhammad Abdu Al Maqsud, salah satu tokoh Salafy Mesir. Dalam situs resminya, alasalah.org, disebutkan bahwa Syeikh Muhammad Hassan juga merupakan salah satu pendukung partai ini.
            Tidak hanya partai Salafi saja yang mengucapkan selamat atas hari raya Koptik, Ikhwanul Muslimin juga melakukan hal yang sama.
hidayatullah | fimadani


Sabtu, 24 Desember 2011

PERJUANGANMU, IBU

Karya: M. I. Sunnah
Ilustrasi: Perjuangan Seorang Ibu
                                                                 
Ibu, kutemukan melati terangkai di pembaringanmu
saat kaupertaruhkan hidup mati
demi lahirkan putra-putrimu

Ibu, kutemukan embun pagi di setiap bulir senyummu
saat kaupersiapkan putra-putrimu
hingga mampu menapaki kehidupan dan memunguti mimpi-mimpinya

Ibu, kutemukan jejak-jejak ketulusan di setiap waktumu
saat selalu kau hiasi rumahmu dan senantiasa kau muliakan keluargamu
hingga... bidadari-bidadari cemburu menyaksikan pesona keqonitatanmu

Ibu, kutemukan lembar-lembar perjuangan di setiap harimu
Saat kau bimbing kaummu meretas peradaban baru
hingga masyarakatmu mekar berdaya, segar sejahtera

Ibu, kutemukan luka-luka penderitaan di sekujur usiamu
Namun tak sebutir pun keluh jatuh di sela deras peluh pengorbananmu
hingga bunga-bunga pucat pun, engkau masih jua bersemangat
Ibu, aku ingin meneladani perjuanganmu...

Ibu, semoga kutemukan taburan ampunan dan wewangian kasih sayang Rabb-ku
hingga Allah berkenan membangunkan rumah bambu di tengah surga-Nya
untukmu.... Ibu.

Amiin.

=================

SELAMAT HARI IBU....
Semoga pengorbanan dan perjuangan kaum ibu berbuah kasih sayang dan keridhaan Allah, Sukses di keluarga, sukses di masyarakat, sukses dunia-akhirat.... Amiin.

Kamis, 22 Desember 2011

Ibu Sebagai Poros Perubahan Bangsa

(Sumber: http://www.dakwatuna.com/20/12/2011 | 25 Muharram 1433 H)
Bagai bunga mawar, senantiasa berbagi segar
         
dakwatuna.com – Tiap tahun tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari Ibu. Hari Ibu ditetapkan oleh  Presiden Soekarno dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959, dan sejak itu Hari Ibu dirayakan secara nasional. Adanya Dekrit Presiden ini menggambarkan pada kita betapa negara ini memberikan penghargaan atas peran dan kontribusi yang telah diberikan para Ibu. Bahkan perubahan sebuah bangsa menjadi maju dan bermartabat juga tak lepas dari peran dan kontribusi para ibu.
            Peran dan kontribusi ibu dapat dilihat dalam berbagai aspek. Pertama, peran dalam keluarga. Di dalam keluarga Ibu memegang peranan di dalam membangun keluarga yang harmonis. Dari keluarga yang harmonis inilah akan terlahir masyarakat dan bangsa yang juga harmonis. Jadi, peran ibu di dalam keluarga sangat besar untuk mengokohkan ketahanan keluarga. Ketahanan keluarga yang dimaksud adalah suatu kondisi keluarga yang harmonis, berdaya, berprestasi dan menjadi teladan bagi masyarakat.
            Dengan adanya ketahanan keluarga, maka berbagai persoalan dan tantangan dapat dihadapi. Sehingga keluarga mempunyai peran kontribusi bagi masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, agenda ketahanan keluarga perlu menjadi agenda pembangunan nasional sehingga setiap ketahanan keluarga bangsa Indonesia menjadi semakin kokoh. Kokohnya ketahanan keluarga akan mengokohkan ketahanan nasional.
         Kedua, peran kemasyarakatan. Sebagai bagian dari anggota masyarakat maka setiap Ibu memiliki berperan dan berkontribusi di dalam upaya menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar dalam arti yang seluas-luasnya. Peran dan kontribusi ini akan dapat dijalan secara optimal ketika para Ibu memiliki kapasitas yang memadai. Untuk itu, proses pembelajaran menjadi penting untuk mendapatkan pengetahuan dan pemahaman.
            Firman Allah SWT QS. Al Mujadilah ayat 11 dinyatakan bahwa Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Bahkan dalam HR. Muslim dijelaskan juga bahwa Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Ini menggambarkan pada kita betapa mulianya orang-orang yang berilmu.
            Ketiga, peran kebangsaan. Sejarah juga telah mencatat adanya para ibu yang menjadi pahlawan. Mereka berjuang untuk melakukan perubahan dengan merebut kemerdekaan dan melepaskan tanah airnya dari para penjajah. Dalam konteks sejarah, perempuan mempunyai peran dan kontribusi besar dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pahlawan perempuan yang telah diakui sebagai pejuang antara lain Cut Nyak Meutia, Cut Nyak Dhien, dan lainnya. Karakter para Ibu pejuang dapat menjadi pembelajaran bagi generasi saat ini dan mendatang. Untuk itu, kita berharap peran media bisa lebih optimal lagu untuk mengungkap dan mensosialisasikan karakter para Ibu pejuang bangsa ini.
            Di era modern sekarang ini tentu peran dan kontribusi para ibu menjadi sangat penting dalam upaya melahirkan generasi berkualitas, beriman dan bertaqwa. Sehingga para generasi penerus ini mampu mengelola bangsa ini menjadi bangsa yang maju, bermartabat dan sejahtera. Hadirnya generasi berkualitas sekaligus beriman dan bertaqwa menjadi jawaban atas berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa. Bahkan mereka inilah yang diharapkan akan mampu membangun bangsa ini menjadi lebih maju dan bermartabat.
            Peran dan kontribusi Ibu juga sangat penting di dalam menjawab berbagai persoalan bangsa yang masih mendera bangsa terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan moral dll. Khusus di bidang pendidikan, Indonesia saat ini masih tertinggal jauh dari bangsa-bangsa lain. Hal ini dilihat dari sisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang dikeluarkan Badan Pembangunan PBB (UNPD) dimana disebutkan bahwa IPM Indonesia turun menjadi peringkat 124. Padahal tahun lalu (2010) Indonesia berada pada peringkat 108. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah perlu melakukan evaluasi terhadap efektivitas penggunaan anggaran untuk pendidikan yang jumlah minimal 20% persen dari APBN tahunan.
            Peran dan kontribusi itu akan dapat dilakukan dengan adanya pengetahuan, keikhlasan dan pengorbanan. Pengetahuan merupakan dasar agar setiap para ibu memiliki dasar dan pemahaman terhadap berbagai hal. Dengan ilmu para ibu menjadi yakin akan kebenaran yang dipahaminya.  Keikhlasan akan menjadi kekuatan untuk tidak pantang menyerah di dalam mewujudkan ketahanan keluarga. Begitu juga dengan pengorbanan, membuat kita terus bersemangat untuk mencapai yang lebih baik lagi. Sungguh peran dan kontribusi Ibu tak bisa tergantikan sebagai poros perubahan bangsa. Peran dan kontribusi para Ibu inilah yang telah menghasilkan para pemimpin-pemimpin bangsa. Selamat hari Ibu, bakti yang tulus dan kiprah yang tak tergantikan, untuk bangsa yang berjaya. Wallahu a’lam bish showab.

MENGISI LIBURAN SEKOLAH

Ditulis Oleh: M. I. Sunnah

          Pada umumnya, sejak 19 Desember 2011, anak-anak sekolah di DIY mulai menjalani masa libur akhir semester I. Berbagai kegiatan digelar sesuai minat anak, kesempatan, dan daya dukung masing-masing keluarga. Untuk mengisi liburan cukup panjang itu, biasanya berbagai  lembaga, ormas, dan komunitas juga turut menggelar berbagai paket acara liburan yang menarik. Sebut saja di antaranya, Pena Writing School (PWS) menyelenggarakan Wisata Menulis di Desa Wisata Kembangarum, Donokerto, Kecamatan Turi Sleman pada 27-30 Desember 2011. Sementara, DPD PKS Kota Yogyakarta menggelar Pelatihan Bahasa Inggris, Pelatihan Jurnalistik, Pelatihan Pembuatan Robot untuk anak-anak kader mereka, dan masih banyak lagi pilihan kegiatan lainnya. Orang tua yang sayang anak tentu akan menyisihkan “anggaran” liburan bagi anak-anaknya sesuai dengan tingkat kemampuannya.
Bagi keluarga kaya tentu bisa lebih leluasa memprogram agenda liburannya. Para pejabat publik, pengusaha, dan kadang para wakil rakyat sering memanfaatkan liburan untuk berpesiar ke luar negeri atau menjelajahi pulau-pulau wisata yang eksotis. Sementara, bagi masyarakat akar rumput harus pandai-pandai “menahan keinginan” dan “memenaj liburannya” semurah mungkin. Jangan sampai liburan mereka malah membuat mereka “harus berpuasa” pada  bulan berikutnya atau malah menghasilkan “hutang baru yang memonsteri” kehidupannya, apalagi jika hutang lama pun belum berkesampaian melunasinya.
Sebenarnya, untuk mengisi liburan tidak harus selalu mengeluarkan lembaran duwit yang tebal, seperti misalnya liburan segar yang digelar oleh keluarga Pak Tenar. Santri andalan Pesantren Kalong Sunan Kalicode yang juga menjaga gawang The Cholid Mahmud  Center Yogyakarta ini cukup duduk santai bersama Bu Tenar dan kedua anaknya sambil menikmati sajian lucu dari artis “ledhek munyuk” yang ia “tanggap”. Tujuh jenis atraksi kera “tertarbiyah” itu sangat menakjubkan. Selain adegan “sang kethek”  membawa payung pergi ke pasar, memikul dagangan, mengendarahi sepeda motor, menangkap bola, memanjat pohon, juga sajian “sang munyuk menari kuda lumping”.
Usai pertunjukan, wajah Pak Tenar dan Bu Tenar jadi bercahaya, anak-anaknya jadi sangat ceria. Bahkan, anak-anak tetangganya turut bergembira karena bisa ikut menikmati tontonan langka yang  “mengharukan” ini. Dengan hiburan “ledhek munyuk” yang sederhana tapi mempesona ini, walhasil keluarga Pak Tenar cukup keluar uang lima ribu rupiah saja. Nah, cukup murah meriah kan?
Sebenarnya, liburan murah ala tradisional sudah biasa dilakukan oleh banyak keluarga yakni dengan cara mengirim anak-anaknya ke rumah eyangnya di kampung. Selain mereguk fadhilah silaturrahmi, di kampung sang anak bisa belajar berbagai permainan (dolanan) tradisional yang murah, sehat, dan mengasyikan. Misalnya permainan gobag sodor, bal-balan plastik (futsal ala kampung), jumpritan, jethungan, ganepho, egrang, jamuran, kekehan (main gangsingan), plinthengan (main ketapel), nekeran (main kelerang), layangan (main layang-layang), them-theman (main lempar batu), balapkarung, lompat tali, dakon, kecikan, bekelan, umbul (main gambar), nyilung laron, nduduk gangsir, dan lain-lain.
Liburan murah model lain bisa didesain sesuai dengan keinginan dan kreatifitas masing-masing keluarga. Keluarga Pak Suprih Hidayat-Bu Muzna Nurhayati misalnya, memasangkan tenda buat anak lelakinya, Husein dan Hasan yang ingin berkemah di halaman rumahnya. Mereka ingin berlibur dan mencoba suasana lain di luar rumah sekaligus melatih diri berimpati pada para pengungsi korban bencana alam di Negeri ini. Sementara, anak-anak perempuan mereka memanfaatkan liburan dengan mencoba berbagai reses masakan baru bersama sang ibu. Bagi  anak-anak perempuan mereka “magang sebagai calon ibu” di rumah sendiri terasa lebih nyaman dan mengasyikkan.
Ilustrasi: Mas Hamzah sedang "magang"
Model lain, bisa ditempuh dengan menggelar liburan yang lebih edukatif. Keluarga Pak Nur Umam-Bu Nashiroh  misalnya, mengagendakan anak-anaknya berlibur sambil belajar berbagai ketrampilan di shelter Gondang Pusung, Cangkringan.  Selain menikmati sensasi tidur di huntara (hunian sementara) korban Erupsi Merapi itu, mereka bisa berlatih ternak kelinci, membuat bakpia telo, membuat ceriping pisang, ceriping tales, keripik bonggol pisang, dan alain-lain. Sedang, keluarga Dr. Sukamta yang  lulusan The University of Manchester, UK ini pernah mengirim Mas Hamzah, putranya “magang” di Bengkel Mobil Pak Sigit di Tahunan selama hampir 2 bulan. Liburan kali ini, keluarga Ketua DPW PKS DIY itu, mengagendakan mengirim Mbak Arina untuk “magang jadi tukang kue” di rumah tantenya di Klaten. Lumayan untuk proses pembentukan sikap mental dan tambahan bekal pengalaman bagi sang anak.
Lain lagi, liburan ala Mbak Nisa dan Mas Hafidz putra-putri Pak Ilyas dan Bu Witri. Hari-hari telah memasuki masa liburan, tetapi ummi-abinya malah masih sibuk kerja di kantor. Lalu, apa dong acara liburan bagi anak-anak pekerja ini. Masak anak-anaknya harus di rumah terus sementara ummi-abinya malah tidak ada di rumah terus. Aduh, kasihan sekali, piye iki? Syuro keluarga digelar, kesimpulannya harus ada kegiatan yang manfaat, syukurlah bila sekaligus menambah “uang saku”.  Akhirnya, mereka sepakat, selama liburan membuka “Kedei  Juice Holiday” aneka rasa. Dengan bermodal aneka buah-buahan, gula, sekaleng susu, plastik “sedotan”, dan sebuah blender, Mbak Nisa dan Mas Hafidz mulai membuka kedei itu persis di hari pertama liburan sekolahnya. Publikasinya? Cukup pasang tulisan di depan rumahnya “Kedei Juice Holiday”.
Pembeli pertama, abinya sendiri membeli  juice mangga. Pembeli kedua, kakaknya membeli juice stroberi. Ditunggu sambil membaca buku koq tidak ada pembeli lagi. Akhirnya Mas Hafidz berlaku sebagai pembeli ketiga, ia memesan juice tomat. Alhamdulillah, akhirnya ada teman-temannya lewat dan membaca publikasi. Mulailah satu dua temannya ikut membeli juice holiday mereka. Lalu Mbak Nisa teringat pelajaran TIK tentang membuat publikasi menggunakan power point. Maka dibuatlah publikasi kecil-kecil dan ditemani Mbak Tia diedarkan selebaran mini itu ke  rumah-rumah tetangga. Akhirnya Mbak Hasna, Mbak Nanda, kemudian disusul oleh bocah-bocah Bosenga (Bocah Seneng Ngaji) lainnya berbondong-bondong membeli juice di Kedei Mbak Nisa itu.
Daftar Menu Kedia Juzz Holiday
Agar lebih menarik harus ada bonusnya dong. Apa ya? Mulailah pikir-pikir, ketemulah sebagai bagaian dari servisnya, pembeli dipersilakan “nonton film dari Laptop Ummi”-nya. Nah, teman-temannya pun kemruyuk nonton film sambil beli juice holiday kreasi Mbak Nisa. Walhasil, hingga sore hari, juice mereka habis ludes terjual semua. Begitulah hingga hari kedua. Hasilnya gimana? Bisa kita baca dari Laporan Keuangan Mbak Nisa kepada Ummi-abinya. Hari pertama, hasil total penjualan Rp 48.000,00, sedang modal belanja bahan, dll. Rp 47.000,00. Jadi laba Rp 1.000,00. Hari kedua,hasil penjualan Rp 43.000,00, sementara modal belanja bahan Rp. 40.000,00. Jadi laba Rp 3.000,00. Hari ketiga, Mbak Nisa dan Mas Hafidz sangat bergembira karena dapat “gaji cukup lumayan”....  dari Kedei Juzz Holiday-nya.
Saat tiba waktu sholat kedei tutup sementara
Begitulah liburan ala  Mbak Nisa dan Mas Hafidz. Kira-kira kedeinya bisa bertahan sampai akhir liburan nggak ya? Wallahu a`lam. Yang penting, “Mbak Nisa dan Mas Hafidz sudah latihan berjualan alias bisnis.... Kikil diiris-iris, roti tawar dicampur cengkeh. Masih kecil latihan bisnis, biar besok besar jadi sugih sholeh. Amiiin.  Ha .... ha.... ha....(MIS). 
     

Jumat, 16 Desember 2011

Serial Tokoh dari Jogja [1]

KESEDERHANAAN USTADZ MA`RUF AMARY
Oleh: M. I. Sunnah
Membahas permasalahan Negara Bisa di Pinggir Sawah
          Membahas permasalahan negara dan problematika ummat tidak harus di hotel berbintang dan gedung-gedung mengkilat nan mewah, tapi bisa juga dilakukan di pinggir sawah, seperti dicontohkan oleh Ketua  Dewan Syari`ah PKS DIY, Ustadz Ma`ruf Amary, Lc. dalam foto ini. Membahas permasalahan di pinggir sawah kadang hasilnya justru lebih produktif karena disejuki dengan semilir angin sepoi-sepoi. 
          Ustadz ma`ruf Amary ini dikenal sebagai pemimpin ummat “bertipe hangat” lagi “sangat merakyat.” Wajar bila Ustadz serba bisa kebanggaan Kota Yogyakarta ini sangat populer dan disukai ibu-ibu jama`ah Pengajian UMKM pencari rongsok dari Bantul. Satu hal lain yang khas dari ustadz H. Makruf Amary Lc. M.S.I. ini, yakni beliau memiliki “pertalian daerah” dengan Sunan Ampel, karena keduanya sama-sama berasal dari daerah yang sama: Surabaya. Oleh karena itu, sebagian orang menduga-duga beliau ini masih “bau-bau” keturunan Sunan Ampel, Ketua Majelis Syuro Sanggyo Paro Wali di jamannya. Bedanya mungkin, Sunan Ampel terkenal sangat tekun melakuan tazkiyatun nafz, sementara Ustadz Ma`ruf Amary konon katanya sangat hobbi wisata kuliner, terutama “nglathak bersama” di Warung Pak Pong. 
          Kesederhanaan Ustadz Ma`ruf Amary, mengingatkan kita pada keteladanan para tokoh di jaman Kesultanan Demak Bintoro. Saking sederhananya kehidupan mereka, sampai-sampai para ahli sejarah dan arkeologi tidak menemukan situs (bekas) Kerajaan Demak Bintoro. Mereka hanya menemukan Kampung/Kelurahan Bintoro (tempat tinggal Sultan Fatah, dan Sultan-Sultan penerusnya), kampung/kelurahan Wonosalam (tempat tinggal Patih Wonosalam/Perdana Menteri Kesultanan Demak dan penggantinya), Kampung/Pesantren Kadilangu (tempat Tinggal Mufti Kasultanan Demak, Sunan Kalijaga dan keturunannya), dan sebuah masjid legendaris, Masjid Agung Demak Bintoro.  

          Dari fakta-fakta ini, para sejarawan menyimpulkan bahwa memang dulu para Sultan Kasultanan Islam pertama di Jawa ini tidak mendirikan istana secara khusus. Segala urusan negara dan masalah keummatan cukup disyurokan di Masjid Ageng Demak. Semua pisowanan ageng para punggawa negara dan sidang-sidang kabinet Pemerintahan Sang Sultan diselenggarakan di Masjid Agung Demak Bintoro, hingga tiga generasi keturunannya. Demikian kesimpulan jumhur para sejarawan dan arkeolog Islam yang telah tekun meniliti Kasultanan ini. Subhanallah. Padahal mereka pewaris kemasyhuran Kerajaan Majapahit dengan segenap gebyar kemegahan bangunan kerajaannya. (MIS)