Selasa, 31 Oktober 2023

PESAN TERAKHIR SANG DA'I SEJATI

 


PESAN TERAKHIR SANG DA'I SEJATI
Blue Arrow by:
Ery Masruri

 

“Jangan sampai dalam menjalankan da'wah, kita hanya menggunakan tenaga sisa. Sisa setelah sebagian besar tenaga,  kita gunakan untuk mengejar dunia, karena Nahnu Du'at qobla kullaa syaiin. Kita adalah du'at sebelum (sebagai) apapun. Jadi, misi da'wah sudah inhern dalam hidup kita. Dakwah harus menjadi misi utama. Berprofesi sebagai apapun, kerja menyampaikan risalah Islam harus  yang utama. Sedangkan kedudukan, profesi,  hanya menjadi instrumen saja.”

Pesan ini, jika disampaikan oleh orang 'biasa', misalnya profesional yang sekali-kali ngajar ngaji, atau peceramah yang menjadikan ngajar ngaji sebagai 'profesi', mungkin terasa biasa saja, atau sebaliknya 'bombastis' sedikit tidak realistis. Tapi sungguh  menjadi sangat berarti, mendalam bukan hanya di hati tapi juga di akal, ketika pesan ini keluar dari da'i sejati, Ustadz Cholid Mahmud. yang  kehidupannya  menjadi bukti dari ucapannya.

Beliau master tekhnik, berposisi sebagai anggota DPD Indonesia, perwakilan DIY (yang sering beliau artikan sebagai  Dewan Perwakilan Da'wah). Sudah 8 tahun harus cuci darah 2 kali seminggu. Tapi jadwal ta'lim, rapat, dan resesnya bisa 2 kali lebih sehari. Jauh lebih sibuk dari orang yang sering bilang "saya sibuk".

Ketika menyampaikan, suaranya pelan lembut hampir tanpa emosi. Seperti sedang menyimpulkan kehidupannya sendiri. Jauh dari kesan menggurui. Hening. kami yang mendengar pun larut dalam perenungan diri. Menjadi malu membandingkan. Untuk da'wah, betapa kikirnya diri ini: waktu, tenaga, pikiran , harta hanya sisa sisa yang kami berikan. Bahkan dari yang sangat sediikit, masih mengharap imbalan.

Sementara beliau, bahkan dari bangsal Rumah sakit, Senin, 15 Oktober 2023, ketika infus masih terpasang di tangannya, melalui pesan what shap, masih mengatur agenda da'wah, bahkan menfasilitasi perjamuan para da'i untuk berkonsolidasi. Seolah mengingatkan kami; "janganlah pernah berhenti wahai para  da'i. Walau lengan tanganmu terbelenggu, bukankah jarimu masih bisa menyalurkan semangatmu da'wah-Mu?'

Kini, kekasihmu telah memanggilmu wahai da'i sejati. InsyaaAlloh pesan terakhirmu akan menjadi energy abadi para da'i dan wasilah pertemuan-Mu dengan  sang Illahi Rabbi. Aamiin.

Kalasan, 30 Oktober 2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar