Minggu, 13 November 2011

PENGAJIAN PADI EMAS DPC MG MANTAB DAN GAYENG

Dilaporkan oleh: M. I. Sunnah

Biasanya pengelolaan keuangan kita seperti aliran air dalam bejana yang bocor. Berapapun gaji dan penghasilan masuk ke kantong kita selalu habis untuk kebutuhan hidup rutin kekinian, tidak bisa menabung dan membayar hutang. Apalagi membayar zakat dan shodaqoh. “Ketika gaji kita masih sedikit, kita berfikir kalau gajinya sudah naik pasti bisa menabung dan membayar hutang. Begitu gajinya bertambah banyak ternyata tetap saja tidak bisa menanbung,”  ungkap Ustadz Big Sugeng, Akt., M.Si., pakar Manajemen Keuangan Keluarga dalam Pengajian Keluarga Besar Padi Emas DPC PKS MG, Sabtu malam, 12 November 2011 di Rumah Mbak Dety, Bintaran Kulon MG II/73 Wirogunan, Yogyakarta.
Menurut Ustadz tambun perkasa yang menyimpan banyak lelucon ini, “Mindset pengelolaan keuangan kita harus diubah! Sebagai seorang muslim, harus kita tunaikan dulu hak Allah (Zakat, infaq/shodaqoh), agar uang kita lebih berkah dan tahan lama. Lalu kita bayar hak orang lain (hutang-hutang/rekening/tagihan cicilan yang sudah jatuh tempo), hak masa depan kita [menabung/investasi], baru sisanya untuk kebutuhan rutin kita. Jangan dibalik!”
“Dalam pembelanjaan uang sehari-hari, kita harus membuat prioritas pengeluaran. Jangan untuk memenuhi keinginan saja [want] yang memang tak terbatas tetapi prioritaskan untuk membeli yang benar-benar kita butuhkan [needs]} dengan melihat faktor resiko {tinggi, menengah, rendah] dan fleksibelitas. Sedangkan kata kuncinya adalah qona`ah, yakni sikap merasa cukup, ridho, puas atas rejeki dari Allah setelah berusaha keras”, lanjut  Ustadz Big Sugeng yang merupakan calon kuat anggota Majelis Pemberdayaan Ummat IKADI DIY ini.
Menanggapi pertanyaan peserta, bagaimana manajemen keuangan bagi orang yang tidak punya uang? Ustadz auditor dan trainer pajak yang juga seorang blogger ini menjawab, “Kita harus memenaj aliran uang atau cash flow kita dengan saksama! Pertama, ya jelas harus menambah penghasilan. Misalnya, selain bekerja rutin, kita menambah penghasilan dengan bekerja malam hari di saat orang lain sedang tidur ngiler, atau mengusahakan “aset” yang kita miliki mampu  mendatangkan pasif income [rumah/sepeda motor disewakan,  blender, dsb]’ Banyak caralah menuju kaya.... Kita bisa belajar proses pada orang lain yang sudah sukses,” jelasnya.

USAI PENGAJIAN PADI EMAS
            Pengajian Keluarga Besar Padi Emas DPC MG ini merupakan bentuk kreasi baru TRP (Taklim Rutin Partai) ala PKS Mergangsan. Dalam pengajian ini diundang semua kader semua jenjang dan sebanyak-banyaknya simpatisan PKS MG dengan mengajak serta keluarga dan teman-temannya. Pengajian ini diselenggarakan sebulan sekali bergilir dari ranting ke ranting dilaksanakan di rumah kader yang memungkinkan. Biasanya, Seksi Kaderisasi DPC tersebut  diam-diam mencermati daftar hadir peserta untuk “dipetani”.  Peserta yang ditengarahi belum ikut TRK (taklim rutin kader) langsung “diukhuwwahi” agar tak lama kemudian bisa ikut TRK di ranting tempat tinggalnya.
Dasar aktivis DPC PKS Mergangsan {MG} yang kebanyakan mukim di pinggiran Kali Code,  setiap agenda selalu pakai acara makan-makan. Nah, begitu juga, Pengajian Keluarga Besar Padi Emas kali ini diakhiri dengan acara makan bersama soto bandung, sate kudus, ayam balado padang, dan krupuk kriyuk-kriyuk. Wou rasanya maknyuuus sekali. Saking maknyuusnya, tak lupa, Amiin Hidayat, kader MG yang punya profesi baru sebagai “Jagal hewan qurban” panggilan ini minta dibungkuskan untuk yang di rumah. Waduh kader senior yang lain bisa meri nich.  He he he....
                Sambil makan bersama, panitia gerilya mewancarai para peserta  pengajian. “Mantab Pak. Saya suka pengajian padi emas kali ini. Materinya berbobot, disampaikan Ustadz Big Sugeng yang juga berbobot, snack dan konsumsinya muaantab lagi, “ kata Abdul Hafidz. “Insya Allah akan saya promosikan ke DPC yang lain, biar Ustadz Big Sugeng tiap Sabtu diundang bergilir dari DPC ke DPC. Soalnya materinya sangat dibutuhkan oleh kader dan simpatisan, ustadznya juga lucu dan merakyat lagi,” kata Pak Indra Suryanto, “Camat” DPC PKS MG yang selalu enerjik ini. Tak ketinggalan kesempatan emas ini dimanfaatkan oleh Ali Sumono, kader senior MG yang juga Ketua Takmir abadi Masjid At Tauhid Bintaran Kulon itu. Pak Ali langsung menembak Ustadz Big Sugeng, “Ustadz Sugeng bisa ngisi pengajian di Perumahan saya to?” Ustadz Big Sugeng yang dinasnya kini pindah ke Kantor Pemeriksa Keuangan di Klaten, tetapi tetap tinggal di Mojosari, Banguntapan ini Insya Allah selalu siap asal waktunya pas bisa. Nomor HP-nya? Silakan kontak ke 0816-689-153. Para aktivis jama`ah online-iyah bisa juga mengunjungi webblog beliau di www.big-sugeng.blogspot.com. {MIS}

1 komentar: