Dekadensi Moral Kian Meningkat
(Dimuat Kedaulatan Rakyat, Saturday, 28 April 2007)
DEPOK (KR) - Dari tahun ke tahun dekadensi moral kian meningkat. Menurut Ketua Kajian Bidang Kewanitaan PKS DIY, Sumaryatin SSos, berbagai bentuk dekadensi moral yang terjadi antara lain merupakan akibat ketidakharmonisan dalam keluarga, di mana ibu memegang peran sangat vital. Sebab, banyak kasus kenakalan remaja, narkoba, dan pornografi yang tercipta karena kurangnya perhatian orangtua kepada anak-anak mereka. ”Semua keluarga yang tidak harmonis mempunyai efek domino,” jelasnya.
Berkenaan dengan fenomena tersebut, Bidang Kewanitaan PKS DIY, Sabtu (28/4) hari ini di Balai Kunthi Gedung Wanita Jl Laksda Adisutjipto Yogyakarta menggelar seminar tentang keluarga harmonis.
”Seminar dalam rangka memperingati Hari Kartini ini sebagai bentuk perhatian PKS atas meningkatnya dekadensi moral dari tahun ke tahun di Indonesia,” kata Sumaryatin. Dijelaskan, seminar bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya keluarga harmonis bagi pembangunan negara. Selain itu dari forum ini diharapkan didapat rumusan peran dan tanggungjawab negara terhadap pembentukan keluarga harmonis.
Berkenaan dengan fenomena tersebut, Bidang Kewanitaan PKS DIY, Sabtu (28/4) hari ini di Balai Kunthi Gedung Wanita Jl Laksda Adisutjipto Yogyakarta menggelar seminar tentang keluarga harmonis.
”Seminar dalam rangka memperingati Hari Kartini ini sebagai bentuk perhatian PKS atas meningkatnya dekadensi moral dari tahun ke tahun di Indonesia,” kata Sumaryatin. Dijelaskan, seminar bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya keluarga harmonis bagi pembangunan negara. Selain itu dari forum ini diharapkan didapat rumusan peran dan tanggungjawab negara terhadap pembentukan keluarga harmonis.
Seminar menghadirkan pembicara Dr Nursanita Nasution SE ME (anggota DPR RI ), Dra Hj Tri Astuti Haryanti (Ketua Kantor Pemberdayaan Perempuan/KPP DIY, dan Dra Emi Zulaifah MSc, Dosen Psikologi UII. Juga mengundang tokoh-tokoh wanita se-DIY, berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) perempuan, perwakilan dari Bidang Kewanitaan berbagai partai politik, serta para penggerak Pos Wanita keadilan.
Seminar juga terbuka untuk umum, sehingga wacana yang berkembang tidak hanya berputar di kalangan elite saja. ”Bahkan diharapkan gerakan mengharmoniskan keluarga menjadi gerakan nasional sehingga krisis dekadensi moral di negeri ini bisa segera teratasi,” jelas Sumaryatin. (R-5)-d

Tidak ada komentar:
Posting Komentar