![]() |
| Sosialisasi MPR RI, Bersama Narasumber. Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M.Ag. |
“Pada tahun 2045, Insya Allah NKRI akan
berusia 100 tahun. Usia satu abad ini dipandang usia yang cukup
matang bagi suatu Bangsa dan Negara. Banyak pakar memprediksi pada dekade itu, Indonesia sudah bisa menjadi
negara maju yang berkemakmuran. Para leluhur kita, khususnya para pujangga, seperti Raden Ngabehi Rangga
Warsito juga telah mengimpikan masa itu sebagai _Kala Subo_ (Jaman Kebahagiaan). Bisa jadi dengan idzin Allah, Jaman Kebahagiaan NKRI itu bukan hanya jadi mimpi, akan tetapi dapat terealisasi menjadi kenyataan. Apalagi jika sejak kini, kita perjuangkan dengan sungguh-sungguh
dan berkelanjutan disertai semangat kebersamaan dan dirangkai dengan sinergi kerja semua elemen Bangsa.”
Demikian
disampaikan anggota MPR RI dari DIY, H. Cholid Mahmud, M.T. dalam Pengantar
Sosialisasi Tata Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Ruang Serbaguna Gedung DPD RI DIY, Jalan Kusumanegara 133,
Yogyakarta, Sabtu (20/03/2021) pagi. Dalam
acara yang dihadiri pemuka masyarakat dan tokoh-tokoh DIY ini, dihadirkan
narasumber tokoh Muhammadiyah, Prof. Dr. Muhammad Chirzin, M.Ag. serta tokoh berlatar
NU yang juga Ketua Bidang Dakwah MUI DIY, K.H. Dr. Tulus Musthofa, Lc.,M.A.
Menurut Cholid, para pakar dan para ahli dari Bappenas dalam
berbagai kesempatan Musrenbang, menyampaikan bahwa pada dekade 2045 ini,
diprediksikan akan terjadi perubahan
besar di tingkat global maupun nasional. Jumlah penduduk
dunia diperkirakan akan mencapai 10 miliar jiwa dan penduduk Indonesia mencapai
319 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, 223 juta jiwa atau sekitar 70 persen
penduduk Indonesia masuk dalam kelas pendapatan menengah. Pada tahun yang sama, diperkirakan 71 persen dari
total output dunia dikontribusi oleh negara berkembang, dengan Asia menyumbang
sebesar 54 persen. Pada 2045 Indonesia berpotensi menjadi negara maju dengan
kekuatan ekonomi terbesar kelima atau ketiga di
dunia dengan PDB mencapai sebesar USD 7,4 triliun lebih.
Di akhir pengantarnya, H. Cholid Mahmud yang juga Ketua PW DDII DIY ini mengingatkan bahwa, “‘Mimpi indah’ 100 Tahun NKRI itu, akan hancur berantakan, bahkan NKRI mungkin akan porakporanda, apabila kita gagal menyiapkan secara serius generasi muda kita mengembangkan potensi diri dan memberdayakan potensi-potensi besar Negeri-nya. Apalagi, jika ke depan, NKRI malah dikuasai oleh tokoh-tokoh yang bermental pecundang yang hobbi memperkaya diri sendiri, serta menghamba pada kekuatan oligarchi dan kepentingan politik dinasti. Oleh karena itu, menuju 100 Tahun NKRI, kita harus mempersiapkan generasi muda kita melalui proses pendidikan dan pembinaan karakter (character building) secara saksama sehingga menjadi pribadi-pribadi pejuang yang _`aalim_ (religius-profesional), serta _zaaim_ (tokoh pemimpin negarawan) yang mencintai rakyat dan NKRI sepenuh diri. Itulah generasi _satriya pinandita sinisihan wahyu_ (tokoh religius yang senantiasa dibimbing nilai-nilai Kitab Suci) yang digadang-gadang segera muncul memimpin Bangsa dan Negara kita ke depan,” pungkasnya. (SH/MIS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar