Di depan Moseum Perjuangan
Brontokusuman, Kota Yogyakarta di bawah rindang pepohonan, Kamis pagi, 9 Mei 2013 berkumpulah para kader penggerak
PKS Dapel I Kota Yogyakarta. Anak-anak muda sopan, bapak-bapak muda santun, dan
ibu-ibu muslimah anggun itu pun tampak kompak dan khusuk mengikuti rangkaian
acara Pengajian Keluarga Besar Penggerak PKS ini. Sementara, tampak seorang ustadz
alim, lembut kebapakan, sedang membakar semangat mereka untuk tak lelah bergerak
dan berdakwah di berbagai medan perjuangan sehingga barisan mereka meraih
kemenangan besar di jalan Allah.
Acara
yang secara internal dilebeli Liqa Tansiqi Tarbawi PKS menuju 3 Besar (LT3B)
ini diawali dengan sarapan pagi bersama dengan menu istimewa nasi kuning
berlaukan ayam bacem rasa cinta dengan segala kelengkapannya. Kontan saja,
setelah sarapan bersama wajah-wajah mereka nampak penuh gairah dan siap bekerja mengharmonikan
kehidupan masyarakat dan bangsanya. Mereka sudah
terbiasa berjuang bukan untuk kepentingan dunia tetapi untuk meraih kemulyaan kehidupan
akhiratnya.
Acara
pengajian yang diselenggarakan bulanan ini meski berjalan sejuk, namun tetap
gayeng dan gerr, karena dipandu oleh budayawan muda, Ustadz Kuncoro
Kalepodiningrat. Tentu saja disertai yel-yel salam tiga besar PKS: “Satu
komando, satu perjuangan, tembus tiga besar! Allahu Akbar! “Biarkan
anjing-anjing mengonggong, dan harimau mengaum, PKS Insya Allah tak kan terbendung!
Allahu Akbar!!!”
Tampil
pertama, Ustadz Eka Yawara, Manajer Dakwah Dapil I menyampaikan arahan acara
dan harapan-harapan atas penyelenggaraan acara ini. Sementara, sabdotama adi luhung (taujih tarbawi)
disampaikan oleh Ustadz K.H. Drs. Ghozali Mukri, anggota Dewan Syari`ah PKS DIY.
Dalam
taujihnya, UGM (Ustadz Ghozali Mukri) mengingatkan 3 langkah menuju kemenangan
dakwah, yakni: merapat ke haribaan Allah (Taqorrob
ila Allah), menjauhi kemaksiyatan, serta sabar dan tegar dalam menghadapi
rintangan dakwah. “Jangan hiraukan goyangan orang-orang yang membenci dakwah
berkembang, tetaplah berjuang, bergerak, menebar kebajikan. Insya Allah dalam
waktu dekat Allah akan memberi kemenangan kepada gerakan dakwah ini. Allahu
Akbar!!!” seru ustadz yang sering melakukan umrah dan berhaji setiap tahun ini.
Tak
pekak lagi, kader-kader PKS pun tampak sumrangah
semakin greget (semangat), tampilannya semakin pengkuh (tegar), dan ora mingkuh (tak kenal
menyerah) menghadapi segala tantangan apalagi hanya giringan opini negatif
media partisan dan jaringan “konspirasi bayaran”-nya. Mereka tetap akan bergerak
dan beramal social di tengah lingkungan masyarakatnya sehingga masyarakat
yang telah mengenal kepribadian dan
keseharian mereka justru semakin simpati kepada mereka karena kekejian fitnah
dan pendzaliman itu tak akan mampu membodohi kejernihan nurani.

Acara pengasahan jiwa ini ditutup dengan doa kemenangan
dan diteruskan dengan aksi menghayati pesan moral di balik Bangunan Moseum
Perjuangan Brontokusuman. Begitu usai, kader-kader partai ini menyerbu moseum
dan menatapi wajah-wajah para pahlawan bangsa yang dipahatkan melingkari
dinding Moseum Perjuangan Rakyat Nusantara itu. Sosok tegar Pangeran
Diponegoro, Hasanuddin, Imam Bonjol, Panglima Polim, Pangeran Antasari, Cut
Nya` Din, Nyi Ageng Serang dan lain-lain seakan mengingatkan bahwa fitnah,
cercakan, dan rintangan senantiasa dialami oleh para pejuang keadilan maka
tetap sabar dan tegar adalah kunci meraih kemenangan. Dengan izin Allah kemangan
itu pasti terjadi, dan tak bisa
dihalang-halangi lagi. (MIS).